Warga Blokir Jalan, Anggota Kodim Bima Fasilitasi Dengan Pemkot

0

Sumbawa Barat. Radio Arki – Sebanyak 30 orang warga Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Kota Bima siang tadi (2/1), memblokir jalan menggunakan bambu sebagai bentuk protes terhadap proses bedah rumah pasca banjir 2016 yang belum terealisasi.

Mereka menuntut agar segera melanjutkan pembangunan dan perbaikkan rumah yang rusak dan yang sudah dibongkar pemiliknya sesuai dengan janji BPBD dan Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

Atas aksi sejumlah warga tersebut, tersebut, Danramil 1608-01 Rasanae, Kapten Inf Zunaidi, S.Sos., langsung turun ke lokasi bersama Kapolsek Rasanae Barat AKP Hatta. “Kami mencoba untuk mediasi dengan warga namun tidak menemukan solusi, mereka tetap pada tuntutan,” Ucap Zunaidi.

Setelah menemui jalan buntu pada mediasi, Danramil bersama Kapolsek Rasanae kemudian mencoba menghubungi Kepala BPBD kota Bima untuk hadir memberikan penjelasan.

Menurutnya, usai pertemuan bersama perwakilan Pemkot Bima dari BPBD dan Kasi Humas Polpp Kota Bima Faruk di Kantor Camat Rananae, Pemkot Bima melalui Kasi Humas Polpp menyampaikan mulai besok rumah yang rusak dan sudah dibongkar, pembangunannya akan dilanjutkan kembali.

“Proses pengawasan kelanjutan pembangunannya diserahkan kepada pemerintah Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas,” Katanya.

Ditemui terpisah Dandim 1608 Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra kepada media ini, menyampaikan usai menerima laporan dari Danramil Rasanae terkait dengan permasalah tersebut via celuler langsung menghubungi Pemkot Bima untuk membantu memberikan solusi.

“Alhamdulillah Pemkot menyetujui permintaan warga dengan mengirim anggota BPBD dan Humas Satpol untuk audiensi dengan warga yang memang sedang menunggu utusan dari Pemkot,” Ungkap Dandim.

Dandim memberikan apresiasi kepada Pemkot yang segera merespon keluhan warga dan siap memberikan bantuan jika dibutuhkan. “Kami siap memberikan bantuan sesuai permintaan warga untuk membantu pengawasan pembangunan, bahkan mungkin ikut turun langsung membantu pembangunan,” Tambahnya.

Akmil lulusan 99 tersebut berharap agar proses pembangunan rumah ini bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala mengingat sudah mulai musim hujan sehingga masyarakat yang rumahnya rusak bisa segera menempati rumah barunya. (M Arif. Radio Arki)

Leave A Reply