Kader Demokrat Sesalkan Isu KLB

0

Mataram. Radio Arki – Mantan Direktur Eksekutif Daerah DPD Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Barat, M. Zakiy Mubarok, menilai wacana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digulirkan Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD) sebagai wacana yang tidak produktif.

“Menggulirkan wacana KLB justeru kontradiktif dengan semangat dan keinginan semua kader untuk makin mengukuhkan Partai Demokrat sebagai partai politik yang diperhitungkan dalam konstelasi politik nasional”, ujar Zakiy.

Mestinya, kata Zakiy, GMPPD yang berisi tokoh-tokoh senior partai berlambang bintang mercy ini, lebih menekankan pada proses pembelajaran politik yang baik, cerdas, dan santun, pada seluruh kader, khususnya pasca pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019.

“Mempersoalkan perolehan suara hanya akan berhadapan dengan fakta ketika seluruh kader berjuang di lapangan memperebutkan hati rakyat pada Pemilu 2019 yang lalu,” jelasnya.

Pemilu 2019 adalah era politik transisional yang akan mengantarkan Bangsa Indonesia pada era kepemimpinan baru di 2024. Hal itu ditandai dengan banyaknya figur-figur muda yang diproyeksikan akan “bertarung” dalam kompetisi memperebutkan posisi kepemimpinan nasional.

“Antara 2019 – 2024 bukanlah rentang waktu yang panjang. Saat ini Partai Demokrat telah memiliki AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai ikon politik yang sangat layak untuk di proyeksikan merebut kepemimpinan nasional pada tahun 2024. Karena itu, energi politik yang ada saat ini jauh lebih produktif jika dikonsentrasikan dan dikonstruksikan untuk kepentingan menjemput era kepemimpinan 2024”, katanya.

Yang lebih disesalkan dan disayangkan, usulan KLB itu dihadirkan ke tengah-tengah publik saat keluarga besar Partai Demokrat tengah berada dalam suasana duka setelah wafatnya Ibu Ani Yudhoyono. Dalam suasana duka itu seharusnya menghadirkan rasa keprihatinan jauh lebih mulia nilainya.

“Sejatinya semua pihak bisa menahan diri untuk bergenit ria melempar wacana ke publik terlebih hal itu berkaitan dengan soal-soal internal partai”, tandasnya. (Tim. Radio Arki)

Leave A Reply