Polda NTB Gelar Do’a Bersama Untuk Papua

0

Mataram. Radio Arki – Polisi Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar acara do’a bersama untuk masyarakat Papua, bertema “Love for Papua From West Nusa Tenggara”, Sabtu (7/9) malam.

Kegiatan tersebut sekitar pukul 18.30 Wita bertempat di Pantai Senggigi Hotel Aruna Senggigi Kabupaten Lombok Barat.

Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana AS, MM menyatakan bahwa dalam kondisi ini, yang tengah dirasakan masyarakat papua, mengundang perhatian semua elemen yang ada.

“Papua tidak boleh di pisahkan dari Indonesia. Ibarat tubuh manusia jika ada salah satu bagian terganggu maka yang lain akan merasakan. Kami di NTB juga ikut merasakan apa yang terjadi di Papua,”cetusnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang di sebar oleh kelompok yang berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Kita jamin dengan komitmen bersama TNI, Polri dan seluruh masyarakat NTB. Keamanan warga Papua, juga masyarakat lain yang ada di wilayah hukum Polda NTB terjaga,”tegasnya.

Sementara, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. menyampaikan, sekarang lagi ramai di masyarakat menyuarakan slogan NTB Gemilang. Diakui itu bagian dari warna yang belum tentu tau banyak tentang visi besar Pemprov hari ini.

“Saat ini kita telah mengirim mahasiswa untuk belajar ke luar negeri bertujuan untuk memperluas cara berpikir dan cara pandang sehingga kelak mereka akan membawa perubahan,”ucapnya.

Kata dia, NTB sebagai rumah untuk saling menautkan hati bagi seluruh masyarakat dari berbagai suku agama, ras dan asal daerah manapun.

“Sekali menginjakkan kaki di daerah kita. Warga dari luar daerah akan menjadi bagian dari warga NTB. Kami menjamin keberagaman dalam kebhinekaan itu hidup disini,”pungkasnya.

Pada kesempatan itu turut dihadiri, sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Fak Fak Provinsi Papua. Ia mengatakan, di NTB sama seperti Papua yang sangat menghargai keberagaman.

“Dari papua, hingga tiba di NTB. Kami terharu dengan masyarakat NTB yang sangat perhatian dengan kondisi saat ini di Papua,”kata Ali Baham Temongmere yang didampingi stafnya sebanyak 20 orang.

Dengan tegas ia katakan Papua tetap NKRI, dan mengajak semua untuk bersama-sama kobarkan semangat untuk bersatu dengan seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu, Ali Baham Temongmere, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang di anggap merasahkan di Papua. Dimana adanya pengibaran bendera selain bendera merah putih. Ada segelintir oknum yang ingin merusak kedamaian, atau tidak semua masayarakat di sana yang ingin itu terjadi.

“Doa dari NTB, pulau seribu masjid untuk Papua semoga dapat menjauhkan kita dari segala marabahaya dan pikiran untuk merusak persatuan dan kesatuan. Indonesia merah darahku putih tulangku,”imbuhnya sambil teriak merdeka tiga kali. (M Arif. Radio Arki)

Leave A Reply