ARKIFM NEWS

Selain Dugaan Pencemaran di Tongo, Demonstrasi BEM Undova Juga Tuntut Ini

Sumbawa Barat.Radio Arki – Dugaan pencemaran lingkungan di desa Tongo, ternyata juga mengundang perhatian Badan Ekeskutif Mahasiswa Undova. dalam aksi yang digelar Jumat (31/3) siang tadi, sejumlah mahasiswa itu medesak pemerintah daerah setempat untuk mengusut tuntas persoalan tersebut.

Selain dugaan pencemaran lingkungan di desa Tongo yang diduga diakibatkan oleh pelimpasan air asam tambang PT AMNT, BEM Undova juga menuntut beberapa hal yang menyangkut lingkungan dan penegakan hokum tentang peredaran Narkoba di Sumbawa Barat.

wakil Ketua DPRD KSB, Amir Ma’ruf Husein, saat menerima massa aksi di depan kantor DPRD KSB

“kami ingin pemerintah serius menangani persoalan lingkungan. Karena ini menyangkut keberlangsungan kehidupan. dan pemerintah harusnya lebih tegas.” Tegasnya, saat menggelar aksi unjuk rasa, di depan kantor DPRD KSB.

Aksi unjuk rasa tersebut dimulai jam 9 pagi dari alun-alun kota Taliwang, menuju Graha Fitrah (kantor Bupati KSB), selanjutnya kantor DPRD KSB sebagai titik terakhir. Dalam Aksi itu, massa aksi ditemui otoritas pimpinan DPRD KSB, khususnya Komisi III yang merupakan komisi yang mengurus tentang lingkungan.

“kami akan tindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan. Tetapi kami akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi. Karena persoalan tambang sudah menjadi persoalan pihak provinsi.” Ujar wakil Ketua DPRD KSB, Amir Ma’ruf Husein, menaggapi tuntutan massa aksi, di depan kantor DPRD KSB.

Kecewa Dengan Bupati    

Lebih Lanjut, Rusnan, mahasiswa semester akhir di Undova tersebut juga menyayangkan sikap Bupati Sumbawa Barat yang tidak mau menerima massa aksi. Padahal pimpinan daerah yang dikenal sangat terbuka dengan kritikan tersebut diketahui tengah berada di gedung DPRD KSB.

“kami sebenarnya sangat kecewa, kami harap bupati mau menemui kami di sini (DPRD KSB). Karena saat kami di kantornya, dia sedang tidak berada di tempat.” Ujarnya.

Meski demikian, Ia menegaskan, akan tetap mengawasi semua komitmen pemeritnah daerah dalam hal melaksanakan setiap tuntutan yang disuarakan dalam aksi itu, terlebih tentang perkembangan  kasus dugaan pencemaran lingkungan di desa Tongo yang diduga diakibatkan oleh pelimpasan air asam tambang PT AMNT.

massa aksi di depan kantor Bupati KSB

“terus kami akan awasi, dan mendesak pemda KSB membuka sejelasnya tentang kasus tersebut, agar tidak berlarut dan menjadi kekhawatiran warga.” Timpalnya.

Ada beberapa point tuntutan BEM Undova dalam aksi, Jumat 31/3 siang tadi. Pertama, mendesak pemerintah daerah untuk serius mengusut dugaan pencemaran lingkungan oleh PT AMNT atas luapan air asam tambang. Kedua, meminta kepada pemeintah daerah untuk menindak tegas perusahaan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dalam berinvestasi. Ketiga, meminta kepada pemerintah daerah untuk membuat regulasi tentang pengendalian Pertambangan Rakyat yang saat ini semakin tidak terkendali. Keempat, meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas tentang dugaan kasus korupsi di Sumbawa Barat. Terakhir, mendesak kepada pihak kepolisian untuk memutus rantai peredaran narkoba di Sumbawa Barat yang saat ini semakin mengkhawatirkan. (Amroni. Radio Arki)

Related posts

Kuasa Hukum Berharap Hakim Memperhatikan Fakta Hukum

ArkiFM Friendly Radio

Satgas di Desa Dibentuk, Pembiayaan Minimal 10 Juta dari DD

ArkiFM Friendly Radio

Tuntaskan Sasaran RTG Tiga Wilayah, 4 SSK Satgas Terpadu TNI Didorong ke KLU

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment