NEWS

Peternakan Ayam Sebagai ‘Corebisnis’ Menjanjikan Di BUMDes (2)

Seorang pekerja di peternakan ayam BUMDes Karya Mandiri sedang berencana memberi pakan kepada ayam potong di kandang (Sumber: Unang Silatang/arkifm.com/foto)

Oleh : Unang Silatang

Sumbawa Barat. radio Arki – Pengembangan BUMDes memang telah menjadi prioritas dalam penggunaan Dana Desa untuk dua tahun terakhir (2020 dan 2021. Baca). Arahan program tersebut oeleh kementerian Desa PD TT RI, dapat dilihat oleh BUMDes Karya Mandiri, Desa Mura, sebagai peluang bisnis yang berpotensi untuk dikembangkan di desa yang berada di kecamatan Brang Ene tersebut.

Keberadaan BUMDes Karya Mandiri telah dibentuk dalam beberapa tahun terakhir, keberadaannya memang sempat vakum. Tetapi setelah melakukan analisa bisnis dan melakukan musyawarah dengan melibatkan banyak pihak, BUMDes Karya Mandiri mengambil corebisnis (sector bisnis) di bidang peternakan ayam, dengan dua jenis ayam, yaitu ayam potong dan ayam kampong super.

“ada dua jenis yang kita kembangkan, pertama ayam potong dan kedua ayam kampung super. Kedua jenis ayam ini dikelola oleh BUMDes dengan melibatkan sejumlah warga yang menjadi pekerja langsung di bawah BUMDes,” terang ketua BUMDes Karya Mandiri, Hasanuddin, kepada media ini.

kondisi kandang di peternakan ayam BUMDes Karya Mandir, desa Mura, kecamatan Brang Ene (Sumber : Unang Silatang/foto/arkifm.com)

Untuk mengembangkan atau peternakan kedua jenis ayam ini, terbilang cukup sederhana, terutama untuk jenis ayam kampung super. Daging ayam Super atau yang biasa disebt dengan ayam Joper  pun juga terbilang cukup empuk dibandingkan dengan ayam jenis pertama yaitu ayam potong. Jadi tak heran jika ayam jenis ini lebih banyak diminati di pasar tradisional.

Model peternakan ayam joper dilakukan dengan system kandang biasa, dimana lantainya dilumuri dengan sekam agar bisa menjadi penghangat. Agar dapat berproduksi lebih cepat. Maka harus dilakukan secara intensif, dengan memperhatikan air minum, pakan dan termasuk juga vitamin.

“hanya perlu ketelitian sedikit, insyallah hasilnya dapat maksimal,” jelasnya, berbagi cerita tentang pola beternak ayam joper.

“untuk beternak ayam potong memang sedikit berbeda dengan ayam Joper. Pertama yang harus diperhatikan adalah kandang ayam potong harus model kandang panggung, dan kebutuhan pakan juga harus lebih banyak dari ayam joper.” Tukasnya.

Kebutuhan ayam kampong super ataupun ayam potong, saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Itu bisa dilihat dari hasil panen yang selalu kurang dari permintaan pasar, termasuk kebutuhan pasar di desa Mura. Untuk itu beternak ayam keduanya sangat menjanjikan, hanya perlu keseriusan.

Berharap ada pihak ketiga menjadi mitra

Melihat kebutuhan pasar yang tinggi dan produksi yang belum dapat memenuhi pasar, kepala desa Mura, Sirajul Munir berharap ada pihak ketiga yang dapat bermitra dengan BUMDes Karya Mandiri. Karena ditengah pandemic,pengalokasian untuk permodalan BUMDes sangat terbatas.

“sekarang kita tidak bisa sertakan modal melalui APBDes. Karena APBDes dalam tahun ini lebih banyak focus ke penanganan dan pencegahan Covid. Jadi untuk pengembangan ternak di BUMDes, kedepan kita ingin melibatkan pihak ketiga, seperti perusahaan ataupun dari bantuan lain yang tidak mengikat,” tegasnya, kepada media ini, Kamis 09/12 sore tadi.

Pengembangan BUMDes secara aturan sangat terbuka untuk dapat dikerjasamakakan dengan pihak ketiga. Hanya memang harus memiliki kejelasan proyeksi, ataupun pola kemitraan agar tidak merugikan masyarakat desa. Terutama akses pengembangan kemitraan dengan jalan akses bantuan CSR dengan perusahaan perusahaan.

“BUMDes harusnya bisa mandiri dan menghasilkan PADes (Pendapat Asli Desa). Untuk itu penting analisis bisnis dan kemitraan dibangun, termasuk dengan perusahaan perusahaan dengan dana yang tidak mengikat.” Demikian, tegas Koordinator P3MD Sumbawa Barat, Ktut Hetty Achjar. (Selesai)

Related posts

Ditegur Saat Minum Alkohol, Pria di Dompu Bacok Kakak Kandungnya

ArkiFM Friendly Radio

Ratusan Warga Ambil Paksa Jenazah Positif Covid di RSUD Kota Mataram

ArkiFM Friendly Radio

Dewan Minta RSUD Asy Syifa’ Segera Perbaiki Kerusakan Bangunan

ArkiFM Friendly Radio