ARKIFM NEWS

Produksi Ikan Masih Lemah, Ini Penyebabnya…

“Lemahnya produksi ikan oleh nelayan di Kabupaten Sumbawa Barat adalah menjadi penyebab ketergantungan daerah kepada daerah lain dalam hal pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan mayarakat sehari-hari. Hal itu tentu tidak berbanding lurus dengan potensi perairan laut yang dimiliki.”

Taliwang.Radio Arki—Seperti diketahui bahwa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih mengimpor kebutuhan pangan konsumsi dari luar daerah, salah satunya adalah ikan. Dan ketergantungan ini merupakan penyebab dari tingginya biaya hidup masyarakat khususnya yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Sesuai dengan informasi yang diserap Radio Arki di lapangan, tercatat jumlah nelayan sebanyak 2019 orang yang terbagi menjadi dua, yakni nelayan laut sebanyak 1397 dan nelayan lebo 518 orang, yang seluruhnya tersebar dalam 92 kelompo yang ada. Tentunya dari jumlah nelayan tersebut tidak berbanding lurus dengan potensi lestari perairan laut yang melimpah seantero Bumi Pariri Lema Bariri mencapai 20.100 ton per-tahun. Lantas, ada apa dengan nelayan?.

Kepada Radio Arki, Bahari—salah satu nelayan asal Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang mengungkapkan bahwa lemahnya produksi nelayan dikarenakan fasilitas melaut yang belum memadai, mulai dari perahu mesin hingga alat tangkap lainnya. Atas keterbatasan itulah berdampak pada hasil tangkapan yang minim, pasalnya nelayan tidak mampu melaut lebih jauh lagi. “Dan hasil tangkapan pun terkadang hanya untuk konsumsi sendiri, sekalipun terjual tapi terbatas. Karena kami tidak begitu berani melaut hingga jauh karena sampan dan alat tanggap kami masih belum memadai,” terangnya

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kelautan Perairan dan Perikanan (DKPP) Sumbawa Barat, Zaenal Arifin yang diikonfirmasi Radio Arki membenarkan persoalan produksi ikan daerah yang belum memenuhi kebutuhan pasar. “Pantas saja hal itu terjadi karena nelayan kita masih nelayan tradisional. Dan dengan fasilitas armada kapal yang seperti itu hanya bisa melaut disekitara perairan puyen,” jelasnya saat ditemui diruang kerjanya

Kendati demikian, sebagai salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) setempat telah mengeluarkan kebijakan anggaran untuk nelayan sebanyak 20 milyar, melalui bantuan program Kartu Bariri Nelayan. Sejauh ini tercatat  ada 1059 nelayan bakalan mendapatkan bantuan tesebut dengan berbagai kebutuhan dan masalah yang dihadapi nelayan tangkap ataupun nelayan budidaya.

“Sebagian bantuan sudah kita kucurkan, dan hal ini tentu diharapkan mampu meningkatan daya saing produksi.” Pungkasnya. (Saharuddin.Arki)

Related posts

Kartu Bariri Mendapat Apresiasi Sebagai Program Penunjang KUR

ArkiFM Friendly Radio

Insiden Kericuhan Saat Unras, Kasat Pol PP NTB Kembali Sampaikan Permintaan Maaf

ArkiFM Friendly Radio

Satgas di Desa Dibentuk, Pembiayaan Minimal 10 Juta dari DD

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment