ARKIFMNEWS

PWI Pusat Ingatkan Wartawan: Jangan Hanya Andalkan Press Release dan AI

Mataram. Radio Arki – Ketua Bidang Pembinaan Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, M. Harris Sadikin, mengingatkan wartawan agar tidak sekadar mengandalkan press release dan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam menghasilkan berita.

Menurutnya, jurnalisme berkualitas hanya lahir dari liputan langsung dan tulisan orisinal yang memuat perspektif wartawan itu sendiri.

“Kalau kita menulis berita jangan hanya mengandalkan rilis dan menggunakan AI. Kalau begitu, nanti AI yang justru menulis sejarah, bukan dari originalitas tulisan teman-teman,” tegas Harris saat membuka Konferensi PWI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke-7 periode 2025–2030 di Aula Hotel Lombok Garden, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Harris menambahkan, PWI adalah rumah bersama bagi wartawan. Karena itu, siapapun yang menjabat sebagai Ketua PWI, baik di pusat maupun daerah, diingatkan untuk tidak merasa memiliki kedudukan istimewa, melainkan harus mengutamakan pelayanan kepada anggota.

“Siapapun yang menjadi Ketua PWI jangan merasa jabatannya luar biasa. Kita ini memberikan pelayanan kepada anggota agar mereka merasa memiliki organisasi,” ujarnya di hadapan ratusan wartawan se-NTB.

Selain itu, mantan Ketua PWI Kalimantan Tengah ini menyoroti wartawan yang belum bergabung dalam organisasi resmi. Menurutnya, hal tersebut berisiko, terutama jika wartawan tersebut menghadapi masalah hukum seperti tuduhan pencemaran nama baik atau penghinaan.

“Teman-teman wartawan yang tidak berorganisasi itu kasihan. Kalau terjadi masalah, tidak ada organisasi yang bisa memberi perlindungan. Ini menjadi kesempatan bagi penyidik untuk menjerat mereka dengan UU ITE,” ungkap Harris.

Harris juga menjelaskan bahwa menjadi anggota PWI memang membutuhkan proses, termasuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Namun, proses tersebut bertujuan agar wartawan memiliki standar profesional yang jelas dan karya jurnalistik yang terlindungi secara hukum.

“Memang terlihat ribet masuk PWI karena harus ikut UKW atau UKK. Tapi tujuan kita agar anggota PWI punya standar jurnalistik yang baik. Dengan begitu, profesi wartawan terlindungi dan karya jurnalistiknya berkualitas,” jelasnya.

Ia pun berharap para wartawan semakin aktif berorganisasi, menjaga etika profesi, dan mengutamakan orisinalitas di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi AI. (Admin02.RadioArki)

Related posts

ADD Di KSB 2025 Diduga Kurang Rp100 Miliar, Ketua Asosiasi BPD: Jangan ‘Sunat’Hak Desa

ArkiFM Friendly Radio

DPC PKB Sumbawa Barat Solid Dukung Cak Imin Kembali Jadi Ketua Umum

ArkiFM Friendly Radio

Kasrem WB  Pimpin Upacara Penerimaan Jenazah Almarhum Praka Anumerta Sirwandi

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page