NEWS

Remaja Jadi Pelaku dan Korban Prostitusi Di KSB, P2KBP3A Ingatkan Bahaya Sosial Serius

keterangan poto : Kadis P2KBP3A KSB, Agus Purnawan, S.Pi

Sumbawa Barat. Radio Arki — Praktik prostitusi di kalangan remaja Sumbawa Barat kian mengkhawatirkan. Tidak hanya menjadi korban, anak-anak di bawah umur ini diketahui juga berperan sebagai pelaku dan melakukan praktek kotor itu dengan berjejaring.

Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa Barat, Agus Purnawan mengaku telah mengetahui kondisi tersebut dan telah melakukan asesmen atau tindakan secara serius. Hanya untuk menangani kondisi ini, pihaknya masih sangat hati-hati agar tidak berdampak fatal.

“Kami sudah melakukan langkah penanganan awal, termasuk pendampingan psikologis dan sosial bagi anak-anak yang terlibat. Ini masalah serius yang harus ditangani bersama,” ujarnya, Selasa (6/8), di raung kerjanya.

Ia menjelaskan, modus prostitusi yang dilakukan para remaja ini berbeda dari pola konvensional. Praktik tersebut kerap terjadi melalui jaringan sebaya, di mana remaja merekrut remaja lain tanpa melibatkan pihak dewasa. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena mereka melakukannya sendiri, baik sebagai pelaku maupun korban.

Dari hasil asesmen, sebagian besar anak yang terlibat berasal dari keluarga yang kurang mendapat perhatian atau menghadapi masalah rumah tangga (broken home). Kondisi ini membuat mereka rentan mencari perhatian di luar rumah dan dimanfaatkan oleh lingkungannya.
“Orang tua dan lingkungan punya peran penting untuk ini,” tukasnya

Lebih lanjut, Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak desa, pihak kepolisian, serta lembaga pendidikan untuk memperkuat langkah pencegahan. Meski demikian, peran orang tua dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak adalah faktor utama.
“Jangan biarkan anak mencari figur pengganti di luar rumah. Orang tua harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar semua pihak terlibat untuk mencegah kondisi tersebut, terutama pemerintah desa sangat penting melalui program pembinaan remaja dan penguatan lingkungan sosial. Artinya desa bisa membentuk forum anak, menyediakan ruang kreativitas, dan melakukan sosialisasi rutin. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat.

“jika semua pihak bersinergi, fenomena prostitusi remaja ini bisa ditekan dan tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas. Ini bukan sekadar persoalan moral, tapi sudah menyangkut perlindungan anak. Kita semua punya tanggung jawab,” pungkasnya (Admin01. Radio arki)

Related posts

Aduan Ketenagakerjaan Tetap Diterima Dimasa Covid-19

ArkiFM Friendly Radio

Sumbawa Barat Dapat DAK Afirmasi Rumah Swadaya 125 Unit

ArkiFM Friendly Radio

Bupati Sumbawa Barat Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page