NEWS

Sabet Penghargaan PRISMA 2025, Buktikan Kepatuhan AMMAN Terhadap HAM dan Keberlanjutan

Jakarta. Radio Arki – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, resmi menerima Penghargaan PRISMA dari Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. AMMAN menjadi satu dari delapan perusahaan di Indonesia yang meraih penghargaan prestisius ini sebagai bentuk pengakuan atas kepatuhan tinggi terhadap prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dan komitmen kuat menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.

PRISMA atau Penilaian Risiko Bisnis dan Hak Asasi Manusia adalah sistem evaluasi yang dikembangkan pemerintah untuk mendorong dunia usaha agar sejalan dengan standar internasional dan memperkuat daya saing investasi nasional. Melalui sistem ini, perusahaan dinilai atas komitmen dan praktiknya dalam menjaga penghormatan terhadap HAM di seluruh aspek operasional bisnis.

Dalam penilaian tersebut, AMMAN berhasil meraih skor 80 dan masuk dalam kategori Hijau, yang merupakan tingkat kepatuhan tertinggi. Standar PRISMA sendiri dirancang selaras dengan United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs) dan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Guidelines. Capaian ini menunjukkan bahwa operasional AMMAN memenuhi standar nasional maupun internasional.

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam mengelola risiko HAM secara sistematis.

“Kami sangat mengapresiasi Kemenkumham atas penghargaan ini. Bagi AMMAN, penghormatan terhadap martabat manusia adalah inti dari seluruh aktivitas. Penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus melindungi hak setiap orang yang terdampak operasional kami, mulai dari karyawan, masyarakat sekitar, mitra bisnis, hingga pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Penghargaan PRISMA diberikan berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap 12 aspek utama. Di antaranya kebijakan perusahaan terkait HAM, praktik ketenagakerjaan yang adil, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kebijakan privasi, serta prinsip anti-diskriminasi. Perusahaan juga dievaluasi dalam pengelolaan lingkungan, penyelesaian isu agraria dan perlindungan masyarakat adat, pelaksanaan program tanggung jawab sosial, efektivitas sistem pengaduan, pengelolaan rantai pasok yang bertanggung jawab, hingga manajemen risiko HAM secara strategis.

Menteri HAM, Natalius Pigai, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan penghormatan martabat manusia.

“Dunia usaha memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan operasionalnya sejalan dengan prinsip HAM. Komitmen ini bukan hanya memperkuat reputasi perusahaan, tetapi juga membangun kepercayaan publik, menciptakan iklim kerja yang sehat, dan meningkatkan produktivitas,” tuturnya.

Penghargaan ini meneguhkan posisi AMMAN sebagai perusahaan tambang Indonesia yang berdaya saing global, sekaligus konsisten menempatkan penghormatan terhadap HAM sebagai fondasi utama dalam mencapai pertumbuhan berkelanjutan. (Adv/Admin01. Radio Arki)

Related posts

Pengungsi Gunung Agung Ke NTB, Hak Belajar Pengungsi Dijamin

ArkiFM Friendly Radio

Dihadiri Kyai Saad Ibrahim, Persyarikatan Muhammadyah Sumbawa Barat Gelar Silaturahmi

ArkiFM Friendly Radio

Kapal Nelayan Labuhan Mapin Karam Di Perairan NTT, Tiga Nelayan Tewas

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page