Foto: Sartika, Ibu dari Rendi Rezan saputra, penerima Beasiswa SMK Unggulan Amman.
Sumbawa Barat. Radio Arki – Siang itu, terik matahari terasa menyengat kulit ketika saya melangkah menuju sebuah rumah sederhana di jalan belakang SMPN 1 Taliwang. Di depan rumah itu, aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan suara anak-anak yang membeli minuman dingin.
Sosok perempuan berkerudung tampak sibuk melayani pembeli dengan senyum ramah. Dialah Ibu Sartika, istri dari Bapak Hairil Anwar, seorang petani yang setiap hari berjuang di sawah demi menghidupi keluarga, sawahnyapun bukanlah milik sendiri, melainkan milik orang lain dengan sistem bagi hasil.
Dari kedua pasangan ini lahir seorang anak yang di beri nama Rendi Rezan saputra, yang saat ini menjadi salah satu penerima Beasiswa Unggulan SMK Amman di Ponorogo. Ini merupakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Inisiatif ini mencakup pengembangan kapasitas masyarakat, agar dapat memaksimalkan kesejahteraan dan potensi sumber daya manusia dan wilayah, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa (KS).
Yang tertuang dalam Visi PPM AMMAN yaitu, “Komunitas di mana AMMAN beroperasi, memiliki ekosistem sosial budaya dinamis yang menghasilkan peluang luas bagi semua untuk berkembang.” PPM AMMAN dijalankan melalui tiga pilar, yakni Human Capital Development (Pengembangan Sumber Daya Manusia), Economic Empowerment (Pemberdayaan Ekonomi), dan Sustainable Tourism (Pariwisata Berkelanjutan).
“Dari awal banyak sekali yang meragukan bahwa Rendi mendapat beasiswa ini dengan usahanya sendiri. Banyak yang mengira bahwa Rendi mendapat beasiswa karena ada orang dalam, begitulah anggapan orang-orang,” kata Ibu Sartika, mengawali pembicaraan.
Ibu Sartika mengatakan, saat ini Rendi sudah duduk di kelas 3 SMK, dan tahun depan sudah mau lulus ucapnya sendu, sambil mengingat perjuangan sang anak awal mula mendaftar Beasiswa SMK Amman.
Sebelumnya sang anak mendaftar di SMKN 1 taliwang mengambil jurusan Teknik Alat Berat tetapi tidak diterima, kemudian sang Anak mendapat info dari temannya mendaftar melalui link yang di kirimkan saat itu. “Ketika dia lolos mendaftar baru kami orang tua di kabari,” tambahnya.
Sebenarnya sempat kami larang karena terlalu jauh jaraknya ditambah keuangan kami juga tidak memungkinkan untuk mengantarnya sekolah sejauh itu tuturnya dengan penuh haru dan bangga. Tetapi melihat semangat sang anak maka kami mengiyakan lanjutnya.
Orang tua Rendi bersyukur kepada Allah, karena begitu bangga sekali rasanya dari ratusan bahkan mugkin ribuan anak yang daftar ada nama anak saya disana menjadi salah satu yang lolos sebagai penerima beasiswa SMK Amman.
“Semua kekhawatiran saya ternyata terbayar karena semua di tanggung mulai dari uang saku, baju, sepatu bahkan biaya untuk orang tua menjenguk anak sekali setahun juga di tanggung Amman jelas ibu Sartika dengan mata berkaca-kaca,” tambahnya.
Ucapan terimakasih saya yang tak terhingga kepada PT Amman, atas program Beasiswa SMK ini.
“Karena dengan adanya program ini anak saya bisa merasakan sekolah tanpa terbebani biaya, dan saya sebagai orang tua bisa sedikit tenang. Sekarang tinggal memikirkan mencari untuk saya dan bapaknya makan sehari-hari saja,” katanya.
Orang tua Rendi berharap semoga kedepan ada program lanjutan seperti program kuliah dari Amman. “Jika tidak ada (program kuliah, red) mungkin anak saya bisa langsung bekerja saja, karena itu harapannya juga kemarin,” kata ibu sartika.
Sementara itu, Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communication AMMAN mengatakan, dukungan yang diberikan kepada AMMAN Scholars terdiri dari beasiswa pendidikan formal (Sekolah Menengah Kejuruan dan Diploma 3) dan pendidikan non-formal (pelatihan).
“Kedua program vokasi ini ditujukan kepada pemuda/i KSB dan KS sebagai penerima manfaat program untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang menghasilkan sumber daya manusia terampil, siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri, memenuhi permintaan lapangan pekerjaan, membangun spirit kewirausahaan dan mendapatkan pekerjaan yang berkualitas,” jelasnya.
Beasiswa pendidikan vokasi yang diselenggarakan oleh AMMAN dirancang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, agar sesuai dengan kebutuhan industri dan visi pemerintah daerah dalam mengembangkan wilayah.
AMMAN juga berkolaborasi dengan mitra strategis yang kompeten dan terdepan, seperti sekolah-sekolah unggulan di bidang vokasi yang juga membantu AMMAN Scholars membangun portofolio pengalaman kerja melalui berbagai project dan on the job training, pembiasaan teknologi terbaru, serta job connect dengan industri setelah kelulusan.
Sehingga Dari tahun 2021 hingga 2025, AMMAN telah mendukung 239 siswa yang mendaftar di sekolah menengah kejuruan (SMK) terkemuka di Kudus, Malang, dan Ponorogo; yang terpilih melalui tahapan seleksi yang ketat dan transparan. Beberapa fokus jurusan pada bidang seperti teknik kelautan, teknik listrik, desain grafis, pengembangan situs web/aplikasi, kulinari, desainer mode, dan banyak lagi.
“Setiap program berlangsung selama 3–4 tahun per angkatan, dan 2 kelompok siswa—total 78 orang—dengan bangga lulus pada tahun 2024 dan 2025. Bidang studi yang dipilih mengikuti kurikulum yang selaras dengan industri, memastikan lulusan memiliki keterampilan dan siap pakai di dunia kerja,” ujarnya.
Siswa juga menyelesaikan magang di perusahaan-perusahaan terkemuka, memberi mereka pengalaman praktis yang berharga. Lebih penting lagi, program studi yang dipilih dirancang untuk membuka peluang kerja di luar sektor pertambangan, memberikan opsi karier yang lebih luas bagi peserta didiknya. (Admin03.RadioArki)
