Sumbawa Barat. Radio Arki — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Badaruddin Duri, menilai perkembangan usaha rumahan di daerah, khususnya UMKM permen susu yang dikelola Peti Puspitasari, menjadi contoh nyata potensi pertumbuhan ekonomi masyarakat di luar sektor tambang.
Pernyataan itu disampaikan Dewan Duri, setelah melihat keberhasilan Peti yang mampu meraih omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan melalui industri pangan lokal.
Badarudin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Peti Puspitasari yang dinilai berhasil membuktikan bahwa usaha kecil dapat berkembang besar apabila dikelola dengan komitmen dan kreativitas.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan Ibu Peti Puspitasari. Di tengah keterbatasan, beliau mampu membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa berkembang besar dan memberi dampak ekonomi yang nyata. Ini bukti bahwa masyarakat KSB bisa berdiri di kaki sendiri,” ujarnya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Ia menegaskan bahwa suksesnya UMKM lokal seperti yang dilakukan Peti harus menjadi inspirasi masyarakat untuk berani memulai usaha baru.
Menurutnya, Sumbawa Barat perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi, terutama jelang berakhirnya kontrak tambang Batu Hijau pada 2030 yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi daerah.
“Kita semua tahu kontrak Tambang Batu Hijau akan berakhir pada 2030. Dampaknya tentu besar terhadap ekonomi daerah. Karena itu, mulai sekarang kita harus memperkuat sektor ekonomi lain, termasuk UMKM,” tegasnya.

Lebih jauh, Badarudin menilai keberhasilan Peti menunjukkan bahwa sektor non-tambang memiliki prospek besar apabila dikembangkan secara serius.
Ia menyebut hasil ternak, pertanian, serta komoditas lokal seperti susu sapi, madu, dan kelapa dapat menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi tinggi.
“Produk permen susu buatan Ibu Peti mulai dikenal luas dan punya peluang masuk pasar regional. Ini bukti bahwa sumber daya lokal kita bernilai dan bisa dikembangkan,” ujarnya.
Sebagai langkah memperkuat ketahanan ekonomi daerah, Badarudin mendorong pemerintah daerah memberikan pembinaan berkelanjutan kepada pelaku UMKM.
Ia meminta Bupati KSB beserta dinas terkait menciptakan lebih banyak wirausahawan baru yang mampu memberi kontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat.
“Kami meminta pemerintah daerah agar bisa melahirkan lebih banyak pengusaha seperti Ibu Peti. Dengan pembinaan serius dan dukungan kebijakan yang tepat, KSB bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung pada PT AMMAN bila nanti tambang berhenti,” katanya.
Badarudin optimistis bahwa kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud melalui penguatan UMKM.
Ia menyebut keberhasilan Peti sebagai gambaran masa depan yang lebih stabil bagi Sumbawa Barat, terutama jika pemerintah dan masyarakat mampu bekerja bersama memaksimalkan potensi lokal.
“Kita memiliki sumber daya yang melimpah. Jika UMKM terus tumbuh, ekonomi KSB akan semakin kuat dan berdaya tahan,” tutupnya.
Dengan momentum keberhasilan para pelaku usaha rumahan, harapan besar kini muncul agar Sumbawa Barat mampu bertransformasi menjadi daerah yang mandiri dan tidak lagi bergantung pada sektor tambang semata. (Admin02.RadioArki)
