Sumbawa Barat. Radio Arki – Status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang kini melekat pada seluruh Puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi pijakan penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Dengan fleksibilitas pengelolaan keuangan yang lebih luas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur agar pelayanan di tingkat Puskesmas semakin responsif, profesional, dan tuntas.
Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan merupakan prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan maksimal tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit.
“Dinas Kesehatan KSB terus meningkatkan pelayanan di Puskesmas se-KSB, baik dari tenaga kesehatannya maupun infrastruktur penunjangnya. Kita selalu mengupayakan pelayanan maksimal selesai di tingkat Puskesmas,” ujarnya, Jum’at 13 Februari 2026.
Upaya peningkatan layanan dimulai dari penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Berbagai pelatihan teknis, peningkatan kompetensi, serta penataan distribusi tenaga medis dan paramedis dilakukan agar setiap Puskesmas memiliki kemampuan yang relatif merata.
Dengan langkah tersebut, Puskesmas diharapkan mampu menangani sebagian besar kasus kesehatan dasar secara optimal. Rujukan ke rumah sakit hanya dilakukan untuk kasus tertentu yang memang membutuhkan penanganan lanjutan atau fasilitas lebih lengkap. Strategi ini sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan menekan beban layanan di rumah sakit.
Pembenahan Infrastruktur dan Sarana Pelayanan
Selain peningkatan kualitas SDM, pembenahan sarana dan prasarana juga menjadi fokus. Penyediaan alat kesehatan yang lebih modern, perbaikan gedung, hingga peningkatan fasilitas ruang pelayanan terus dilakukan secara bertahap.
Ruang pelayanan yang lebih nyaman, sistem antrean yang lebih tertata, serta dukungan sistem berbasis digital menjadi bagian dari transformasi layanan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan ramah bagi masyarakat.
Status BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, sehingga Puskesmas dapat lebih cepat memenuhi kebutuhan operasional tanpa terhambat proses birokrasi yang panjang. Setiap unit layanan memiliki ruang gerak lebih luas untuk mengoptimalkan pendapatan dan menginvestasikannya kembali demi peningkatan mutu pelayanan.
“Dengan BLUD, pengelolaan lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan. Ini menjadi peluang besar bagi kita untuk terus berbenah,” tambah Carlof.
Melalui mekanisme ini, pengadaan alat kesehatan, pengembangan sistem pelayanan digital, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dapat dilakukan lebih adaptif sesuai kebutuhan lapangan.
Budaya Kerja Berorientasi Kepuasan Masyarakat
Dinas Kesehatan KSB juga mendorong budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. Pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan menjadi standar yang terus diperkuat di seluruh Puskesmas.
Evaluasi rutin serta pengawasan internal dilakukan secara berkala guna memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan terus meningkat. Komitmen ini diharapkan mampu menjadikan Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan yang benar-benar hadir dan solutif bagi masyarakat.
Dengan pelayanan maksimal di tingkat pertama, penanganan masalah kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan komprehensif, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah daerah. (Admin02.RadioArki)
