ARKIFM

Dorong Swasembada Ikan Nila, Dewan Mustafa Dorong Optimalisasi BBI Hibah Provinsi

Sumbawa Barat. Radio Arki – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Mustafa Hz, terus mendorong Pemerintah Daerah agar mengoptimalkan pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI) hibah dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Langkah ini dinilai strategis untuk mewujudkan swasembada ikan nila di daerah, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa kebutuhan ikan nila di KSB saat ini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Salah satu pemasok utama adalah Pulau Lombok.

Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera diatasi dengan memperkuat produksi benih dan budidaya ikan secara mandiri di KSB.

“Selama ini ikan nila yang beredar di daerah kita masih banyak didatangkan dari luar, salah satunya dari Pulau Lombok. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita. Dengan adanya BBI hibah provinsi, kita harus optimis bisa swasembada ikan nila,” ungkap Mustafa, Jum’at, 27 Maret 2026.

Ia menilai keberadaan BBI hibah provinsi merupakan aset besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan anggaran yang memadai, BBI diharapkan mampu memproduksi benih ikan nila berkualitas dalam jumlah besar, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pembudidaya lokal.

Selain mendorong optimalisasi BBI, Mustafa juga berharap proyek infrastruktur sumber daya air di KSB dapat segera diselesaikan.

Ia menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Irigasi Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk sebagai penopang utama pengembangan sektor perikanan air tawar.

Keberadaan Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk diyakini akan memperkuat sistem perairan irigasi di Kabupaten Sumbawa Barat.

Dengan pasokan air yang stabil, masyarakat dapat mengembangkan budidaya ikan air tawar secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Saya juga berharap agar irigasi Bintang Bano dan Bendungan Tiu Suntuk bisa cepat diselesaikan untuk memperkuat perairan irigasi kita dan membuka peluang besar pengembangan budidaya ikan air tawar di KSB,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, BBI hibah provinsi saat ini tengah dalam tahap perbaikan dan ditargetkan tahun ini sudah bisa kembali memproduksi benih ikan.

Mustafa optimistis, jika BBI tersebut sudah beroperasi penuh, maka kontribusinya terhadap PAD akan meningkat signifikan.

Mustafa berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Daerah terus diperkuat agar sektor perikanan, khususnya budidaya ikan nila, dapat menjadi salah satu tulang punggung ekonomi baru di KSB. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Mi6 Tengarai Muncul Gerakan The Shadow Menangkan Ganjar Mahfud di NTB

ArkiFM Friendly Radio

Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H

Penambang Rakyat Perlu Solusi

Leave a Comment

You cannot copy content of this page