NEWS

Bale Para Ungkap Data Mengejutkan, Pra Remaja Minim Ruang dan Pemahaman Seksualitas

Ketetangan : Ketua Bale Para sedang memaparkan hasil survey kepada forum diskusi pendidikan seksualitas

Taliwang. Radio arki — Komunitas Bale Para Sumbawa Barat mengungkap data mengejutkan terkait pengetahuan seksual siswa pra remaja. Survei yang melibatkan 225 siswa sekolah dasar ini menunjukkan bahwa anak-anak sudah terpapar informasi seksual, namun belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Kondisi ini dapat berakibat fatal bahkan memicu terjadi kasus pelecehan seksual pada anak.

Temuan tersebut dipaparkan dalam sebuah diskusi yang digelar di aula Perpustakaan Daerah, Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional. Diskusi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari NGO, Sekolah Guru Indonesia – KSB, Forum Anak, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), majeilis taklim hingga insan media.

Ketua Bale Para, Yuli S. Komalasari, menegaskan bahwa data ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih serius memperhatikan pendidikan seksual anak sejak dini.

“Anak-anak kita hari ini sudah terpapar berbagai informasi, tetapi belum tentu memahami dengan benar. Ini menunjukkan perlunya peran aktif keluarga, sekolah, dan pemerintah agar pendidikan seksualitas diberikan secara tepat dan sesuai usia,” ujarnya, saat menyampaikan hasil survey dalam diskusi Pendidikan, Sabtu 2 Mei 2026 siang tadi.

Ia mengungkapkan bahwa, mayoritas responden merupakan siswa kelas 4 hingga kelas 6, dengan komposisi 55 persen perempuan dan 45 persen laki-laki. Hasil survei menunjukkan sebagian besar siswa mengaku pernah mendengar istilah seks, tetapi tidak seluruhnya memahami perbedaan fisik dan fungsi reproduksi antara laki-laki dan perempuan secara benar.

Survei yang dilakukan atas kolaborasi dengan Sekolah Guru Indonesia – KSB ini juga menunjukkan bahwa sumber informasi anak tidak hanya berasal dari keluarga dan sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh media sosial. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena tidak semua informasi digital yang diakses anak memiliki akurasi dan nilai edukatif yang tepat. Diakhir diskusi sebagai pemantik, Bale Para juga bersiap melanjutkan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam bentuk action plan, semisal survey lanjutan dan juga seminar teknis yang manyasar orangtua yang memiliki anak-anak SD.

Dalam diskusi tersebut, isu minimnya ruang bagi anak juga menjadi sorotan utama. Ketua Forum Anak, Nazila Ratu Qirani, menyampaikan bahwa anak-anak membutuhkan ruang aktualisasi yang lebih luas.

Keterangan : suasana diskusi tentang pendidikan seksualitas praremaja bersama Bale Para dan sejumlah unsur (Sumber : arki)

“Selama ini kami banyak berkampanye tentang bahaya narkoba atau bahaya pernikaham dini. Tetapi setelah coba mendengarkan lebih dalam apa yang diinginkan oleh generasi kami, ternyata ruang aktualisasi harus lebih diperbanyak karena selama ini ruang anak masih sangat minim,” tukasnya

Senada dengan itu, Marni Sulastri dari Kabar Bumi menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak-anak dari keluarga rentan, seperti keluarga broken home dan keluarga prasejahtera, Karena biasanya anak anak dalam kondisi ini sangat minim perhatian orang tuanya.

“Bukan hanya anak berprestasi yang perlu diapresiasi, tetapi anak-anak dari keluarga rentan. Bayangkan, jika di keluarga itu bapaknya tidak pernah dirumah karena kerja dan ibunya menjadi buruh migran, maka hampir pasti anaknya sangat minim perhatian,” ungkapnya

“Kondisi ini jelas menjadi potensi terjadinya pelecehan terhadap anak,” tambahnya menegaskan.

Diskusi ini juga menyoroti perlunya keberpihakan pemerintah daerah terhadap anak, baik melalui penyediaan ruang ramah anak, penguatan pendidikan seksual berbasis usia, maupun pengawasan terhadap akses informasi digital. Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat, Merliza Amir yang hadir dalam kegiatan diskusi itu berharap, hasil survei itu tidak berhenti sebagai data semata, tapi harus membumi dan berdampak untuk menjawab persoalan yang ada.

“Harus ada langkah konkret yang dapat digunakan bersama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat perlindungan serta meningkatkan kualitas pendidikan anak”, demikian, Merliza. (Admin01. Radio Arki)

Related posts

Disnaker Benarkan Kebijakan Perumahan 90-an Karyawan PT BHJ  

ArkiFM Friendly Radio

Momen Haru, Anggota Polres KSB Penderita Stroke Didatangi Kapolda

ArkiFM Friendly Radio

Salamuddin Daeng : Jangan Berikan Perpanjangan Ijinkan Ekspor Bahan Mentah Mineral PT AMNT!  

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page