Keterangan : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa Barat, Khusnarti (sumber arkifm official) saat diwawancarai arkifm.com, di ruang kerjanya
Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui dinas teknis terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan terlaksananya program 100 hari kerja bupati yaitu Kartu KSB Maju. Begitupun dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), sebagai bagian dari bidang yang masuk dalam target itu yaitu program KSB Maju Pendidikan, dinas Dikbud setempat langsung tancap gas dengan melakukan pendataan penerima program tersebut.
Program ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua dalam membayar uang pangkal sekolah serta memastikan akses pendidikan yang lebih merata di seluruh wilayah. Program ini merupakan bagian dari program yang mengantarkan Bupati KSB , Amar Nurmansyah, ST menjadi orang nomor satu di tanah Pariri Lema Bariri ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Khusnarti, S.Pd., M.M.Inov mengungkapkan bahwa program ini telah melewati tahap pendataan secara menyeluruh. Sebanyak 14.159 siswa di berbagai jenjang pendidikan akan menerima bantuan dengan rincian sebagai berikut: PAUD Rp 300.000, SD Rp 500.000, SMP Rp 750.000, SMA Rp 1.000.000, dan mahasiswa perguruan tinggi Rp 2.000.000. Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp 12 miliar.

“Program ini sifatnya hibah, jadi tidak hanya siswa yang mencakup sekolah di bawah kewenangan Dinas Dikbud, tetapi juga mencakup pondok pesantren serta satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama,” jelas Khusnarti, kepada medai ini, Senin 24 Maret 2025.
“semua siswa baru pada setiap jenjang dapat mengakses bantuan ini dengan mekanisme pengajuan yang dapat dilakukan oleh wali murid atau melalui satuan pendidikan terkait, artinya mereka yang tidak bersekolah di Sumbawa Barat tetapi terdata sebagai warga Sumbawa Barat berdasarkan data kependudukan, maka berhak menerima bantuan tersebut,” bebernya
Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari Kartu KSB Maju, yang menjadi instrumen utama dalam menyalurkan berbagai program kesejahteraan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Selain membantu masyarakat secara ekonomi, program ini juga menjadi bagian dari strategi besar Bupati KSB dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah. Pendidikan yang berkualitas diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di masa depan.
Hal yang paling mendasar untuk memastikan pelaksanaan program tersebut, menurut khusnarti adalah data penerima. Untuk memastikan validasi data penerima, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas kependudukan untuk mensikronisasi data yang ada pada satuan Pendidikan.
“101 hari progam ini saya pastikan terlaksana, kami juga ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai kepada sasaran dan tidak ada kendala dalam pencairan,”tukasnya. Ia juga menegaskan bahwa pencairan dana Pendidikan ini akan dilakukan secara transparan dan akuntabel guna memastikan program ini dapat diakses oleh semua Masyarakat KSB.
“program ini bisa berjalan efektif pada tahun ajaran 2025-2026. Dengan kebijakan yang tepat sasaran dan perencanaan yang matang, dipastikan program ini dapat memberikan dampak positif yang besar bagi dunia pendidikan di Sumbawa Barat,” demikian, Khusnarti. (Admin01. Radio Arki)