ARKIFM

Usai Jalani Operasi Laparatomi, Warga Apresiasi Pelayanan Profesional RSUD Asy-Syifa

Sumbawa Barat. Radio Arki – Kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai kualitas layanan sebuah fasilitas kesehatan. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Sahabuddin, warga Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, usai menjalani operasi laparatomi di RSUD Asy-Syifa.

Sahabuddin mengaku awalnya merasa takut dan cemas saat mengetahui dirinya harus menjalani operasi besar. Namun kekhawatiran itu perlahan sirna berkat pendekatan profesional dan humanis dari para tenaga medis di RSUD Asy-Syifa.

“Saya awalnya sangat takut untuk dioperasi. Tapi setelah mendapat penjelasan yang tenang dan meyakinkan dari dokter serta petugas medis, saya jadi lebih tenang dan siap menjalaninya,” ungkapnya, Rabu, 23 Juli 2025.

Menurutnya, dukungan mental serta komunikasi yang hangat dari tim medis menjadi faktor penting dalam membangun rasa percaya diri dan kenyamanan menjelang tindakan medis. “Mereka tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menenangkan secara psikis. Itu sangat berarti bagi pasien seperti saya,” tambahnya.

Operasi laparatomi yang dijalaninya pun berjalan lancar dan membuahkan hasil yang memuaskan. Saat ini, ia masih dalam tahap pemulihan dengan pengawasan ketat dari tim medis. “Alhamdulillah, kondisi saya semakin membaik. Saya bersyukur bisa mendapat pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga sangat memperhatikan aspek kemanusiaan,” ujarnya.

Melihat mutu layanan yang diterimanya, Sahabuddin optimistis RSUD Asy-Syifa akan terus berkembang menjadi rumah sakit andalan masyarakat. “Pelayanan di RSUD Asy-Syifa benar-benar membuat pasien merasa aman dan nyaman. Saya yakin rumah sakit ini akan terus maju,” tuturnya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof, menyampaikan bahwa pihaknya memang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berkualitas dari sisi medis, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis pasien, terutama saat menghadapi tindakan besar seperti operasi.

“Kami memahami bahwa menjelang operasi, banyak pasien yang mengalami ketakutan dan kecemasan. Karena itu, kami menekankan pentingnya pendekatan yang komunikatif dan menenangkan agar pasien bisa menghadapi proses medis dengan lebih siap secara mental,” terang dr. Carlof.

Ia menjelaskan bahwa setiap tenaga medis di RSUD Asy-Syifa dibekali dengan kemampuan komunikasi yang baik agar mampu memberikan edukasi dan membangun kepercayaan pasien. “Dengan edukasi yang jelas dan pendekatan yang humanis, pasien tidak hanya merasa lebih aman, tapi juga percaya pada proses yang dijalani,” lanjutnya. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Peserta Fashion Show dan Fashion Week Tampil Elegan dengan Tenun Khas KSB

ArkiFM Friendly Radio

Muatan Lokal Mulai Diseriusi Untuk Membentuk Karakter Siswa

ArkiFM Friendly Radio

Bupati Bicara Komitmen Pengembangan Wisata Saat Terima Penghargaan Tribun Lombok

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page