NEWS

Waspada Rabies!, Warga Menala Buru Anjing Liar setelah Empat Orang Diserang

keterangan poto: Kepala dinas Pertanian dan peternakan Sumbawa Barat, Jamilatun sedang memberikan arahan kepada warga Menala kecamatan Taliwang (sumber. istimewa)

Taliwang, Sumbawa Barat — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pertanian dan Peternakan mengambil langkah cepat dalam menyikapi insiden penyerangan terhadap empat warga oleh anjing liar yang diduga terinfeksi rabies di Lingkungan Menala, Kecamatan Taliwang. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat dan mendorong aksi gotong royong untuk memburu hewan pembawa virus tersebut.

Aksi pemburuan dilakukan oleh warga sejak Selasa siang (22/07/2025) dan berlangsung hingga malam hari. Masyarakat secara sukarela menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjadi tempat persembunyian anjing liar guna mengantisipasi penyebaran virus rabies di lingkungan permukiman padat penduduk.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, SP bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan arahan kepada warga. Dalam keterangannya, Jamilatun mengapresiasi inisiatif dan kepedulian masyarakat dalam merespons kejadian tersebut, namun mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam melakukan pemburuan terhadap hewan yang dicurigai mengidap rabies.

Keterangan poto : warga yang diserang anjing rabies sedang dirawat di RSUD Assyifa (sumber. istimewa)

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang dengan cepat bertindak demi keselamatan lingkungan. Namun, kami mengingatkan agar setiap upaya pemburuan dilakukan secara hati-hati dan harus tahu betul betul tanda tanda anjing rabies,” ujar Jamilatun.

Ia pun menegaskan, telah menyiapkan tenaga medis termasuk dokter hewan yang siap memberikan penanganan terhadap korban gigitan serta mendampingi proses identifikasi dan penanganan anjing liar yang menunjukkan gejala rabies.

Jamilatun juga mengingatkan masyarakat agar memahami gejala klinis rabies pada hewan, antara lain perubahan perilaku menjadi lebih agresif atau gelisah, kesulitan menelan, serta pengeluaran air liur secara berlebihan. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan anjing dengan ciri-ciri tersebut kepada petugas atau aparat setempat.

Sebagai bagian dari penanganan terpadu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akan melakukan pelacakan terhadap populasi anjing liar di wilayah terdampak, memperluas edukasi dan penyuluhan terkait bahaya rabies, serta memfasilitasi layanan vaksinasi bagi warga yang berisiko terpapar. Satuan Polisi Pamong Praja juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi pergerakan anjing liar dan menjaga keamanan masyarakat.

Hingga saat ini, keempat warga yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan medis dan berada dalam pemantauan tenaga kesehatan. Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan bekerja sama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan rabies secara menyeluruh. (admin01. Radio Arki)

Related posts

Prabowo Subianto Percayakan Fud Aher Pimpin Sumbawa Barat

ArkiFM Friendly Radio

Konsolidasi Warga Desa “Santri” Seloto, Fud Aher Dapat Mandat Pimpin Sumbawa Barat

ArkiFM Friendly Radio

Kawal Ketat Aset Daerah, DPRD KSB Bentuk Pansus Pemindahtanganan BMD 2026

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page