Sumbawa Barat. Radio Arki — Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan semangat kebersamaan di kalangan pendidik, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) resmi membuka pertandingan untuk Cabang Badminton dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijatlr) tahun 2025. Kegiatan yang diikuti oleh sedikitnya 56 atlet dari setiap kecamatan se-KSB rencanaya akan dilaksanakan sampai 6 Agustus mendatang.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi antar guru, tetapi juga wadah untuk menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili daerah dalam ajang serupa di tingkat provinsi. Dengan mengusung nilai-nilai sportifitas, kolaborasi, dan persaudaraan, ajang ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan antarpeserta serta mendorong pengembangan potensi guru secara holistik.
Koordinator cabang olahraga badminton, Hidayat, mengatakan bahwa pertandingan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi menuju ajang Porsenijar tingkat provinsi, sehingga seluruh peserta diharapkan menampilkan kemampuan terbaiknya.
“Selain sebagai ajang seleksi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaga sportifitas dan mempererat tali persaudaraan antar guru. Ini adalah momentum positif bagi para pendidik untuk saling mendukung dalam suasana yang kompetitif namun sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PGRI KSB, Heri Pebrian, menekankan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata soal siapa yang menang atau kalah. Lebih dari itu, Porsenijar bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi dan komunikasi antarguru di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Porsenijar bukan hanya ajang pertandingan, tapi juga ruang pertemuan bagi para guru untuk berbagi semangat, pengalaman, dan inspirasi. Ini momen penting untuk membangun kebersamaan di antara sesama pendidik,” ungkapnya.
Selain badminton, ajang Porsenijar tahun ini juga mempertandingkan cabang olahraga lainnya seperti catur dan tenis meja. Di bidang seni, para guru berpartisipasi dalam lomba menyanyi dan seni tari. Sementara dalam kategori pembelajaran, turut diselenggarakan lomba video pembelajaran di kelas, yang menampilkan inovasi dan kreativitas guru dalam proses mengajar.
Melalui kegiatan ini, lebih dalam diharapkan para guru tidak hanya dapat menunjukkan kemampuan non-akademik, tetapi juga saling berbagi pengalaman serta memperkuat solidaritas di tengah tuntutan profesi yang semakin kompleks. Porsenijar menjadi bukti bahwa guru adalah sosok yang tidak hanya menginspirasi di ruang kelas, tetapi juga mampu tampil membanggakan di berbagai bidang lain. (Admin01. Radio Arki)
