NEWS

Musyawarah Desa Batu Putih Tetapkan Pertanian sebagai Usaha Bumdesa

Taliwang. Radio Arki — Pemerintah Desa Batu Putih bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar musyawarah desa untuk membahas pemanfaatan Dana Desa tahun 2025. Dari total anggaran Dana Desa sebesar Rp806.262.000, sebanyak 20 persen atau Rp161.252.400 dialokasikan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Mandiri Sejahtera.

Dalam forum tersebut, yang digelar pada Kamis 21 Agustus 2025 itu, seluruh peserta musyawarah menyepakati sektor pertanian sebagai unit usaha tematik yang akan dijalankan oleh Bumdesa. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan potensi desa dan kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli desa sekaligus kesejahteraan warga.

Kepala Desa Batu Putih menegaskan, pertanian dipilih bukan tanpa alasan. Menurutnya, hampir seluruh masyarakat Batu Putih masih menggantungkan hidup dari sektor ini. Dengan demikian, menjadikannya sebagai fokus usaha Bumdesa adalah langkah yang tepat dan realistis.

“Pertanian adalah denyut nadi Desa Batu Putih. Sebagian besar warga kita masih menggantungkan hidup dari sawah dan kebun. Karena itu, melalui musyawarah desa ini kita sepakat untuk menjadikan sektor pertanian sebagai fokus utama usaha Bumdesa Mandiri Sejahtera. Harapannya, sektor ini tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan melahirkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Kades.

Ia juga menekankan bahwa penguatan Bumdesa harus menjadi agenda jangka panjang, bukan sekadar seremonial tahunan. Dana Desa yang kita alokasikan untuk Bumdesa harus benar-benar dikelola secara profesional dan transparan. Bumdesa diharapkan dapat menjadi wadah inovasi desa, tempat petani bisa mendapat dukungan, akses pasar, dan peluang usaha baru.

Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya pemerintah desa untuk memastikan bahwa anak-anak muda di Batu Putih juga mau terlibat dalam sektor pertanian, dengan pendekatan yang lebih modern. Ia pun berharap keberadaan Bumdesa Mandiri Sejahtera bisa menjadi tonggak kemandirian ekonomi desa.

“Kita tidak ingin selamanya bergantung pada bantuan luar. Dengan adanya usaha desa yang kuat, kita bisa berdiri di atas kaki sendiri, membangun ekonomi desa dari desa untuk desa. Inilah cita-cita kita bersama, agar Batu Putih semakin maju, sejahtera, dan mandiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Mizwar dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat yang turut hadir dalam musyawarah tersebut menyambut baik keputusan desa. Menurutnya, fokus pada sektor pertanian merupakan langkah tepat di tengah tantangan ketahanan pangan daerah.

“Kami dari Dinas Ketahanan Pangan tentu mendukung penuh langkah Desa Batu Putih. Pertanian adalah sektor strategis yang tidak hanya menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan. Dengan pengelolaan yang baik, kami yakin Bumdesa ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain. Terlebih, saat ini kita menghadapi situasi ketahanan pangan global yang tidak menentu, sehingga penguatan dari desa sangat penting,” jelas Mizwar.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari BPD beserta anggota, Kepala Dusun, RT, tokoh agama (Toga), pengurus Bumdesa, hingga perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), Dinas Ketahanan Pangan, Camat Taliwang, pendamping desa, serta Forum Masyarakat. (Iwenk/adv. Radio arki)

Related posts

Pemdes Mujahiddin Apresiasi Adanya Pendampingan Kejari KSB

ArkiFM Friendly Radio

Pamit Sebagai Pjs Bupati, Julmansyah: Terima Kasih Masyarakat KSB

ArkiFM Friendly Radio

Kementrian PUPR Setujui Pembangunan Tanggul DAS Taliwang  

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page