NEWS

AMMAN Dukung Guru PAUD Hadapi Tantangan Era Kecerdasan Buatan

Kudus. Radio Arki – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), perusahaan tambang tembaga dan emas asal Sumbawa Barat, berkolaborasi dengan Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi Bakti Pendidikan Djarum Foundation dalam memperkuat kapasitas pendidik anak usia dini. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Pelatihan Calon Pelatih Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD yang diikuti oleh perwakilan guru dari 15 provinsi di Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya nasional mendorong penerapan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di jenjang PAUD. Para peserta mempelajari konsep berpikir komputasional serta strategi penerapannya dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.

Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, menilai pelatihan ini sebagai langkah penting membangun sumber daya manusia adaptif sejak usia dini.

“Pengalaman di Sumbawa Barat dan Kudus menunjukkan bahwa berpikir komputasional dapat membentuk pola pikir logis dan kreatif anak-anak. Dengan kolaborasi lintas daerah, kami berharap inisiatif ini dapat mempercepat lahirnya generasi yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sebagai mitra strategis, AMMAN turut berkontribusi dalam pengembangan modul dan panduan pelatihan. Sebanyak delapan guru PAUD, termasuk perwakilan dari Sumbawa Barat—wilayah operasi perusahaan—ikut menyusun materi berbasis praktik terbaik program PAUD Prestasi, yakni model pembelajaran berpikir komputasional yang telah diimplementasikan di daerah tersebut.

Sejak 2023, sebanyak 135 guru dan kepala sekolah dari 29 PAUD di Sumbawa Barat telah mengintegrasikan pendekatan berpikir komputasional dalam kegiatan belajar. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang kini menjangkau lebih dari 700 pendidik dari 211 PAUD di seluruh Indonesia.

Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Non-Formal Kemendikbudristek, Suparto, menegaskan bahwa penguasaan berpikir komputasional merupakan kebutuhan mendesak di era kecerdasan buatan.

“Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tren, tetapi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berpikir sistematis dan memecahkan masalah kompleks. Karena itu, peningkatan kapasitas guru PAUD menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.

Dalam penyusunan panduan pelatihan, para pendidik mendapat bimbingan dari Dr. Irma Yuliantina, M.Pd, Ketua Kelompok Kerja PAUD BAN PDM, bersama tim Bebras Indonesia. Pendampingan ini memastikan materi pelatihan relevan secara akademik sekaligus aplikatif di lapangan.

Pelatihan di Kudus berlangsung hingga 31 Oktober 2025 dan diikuti 38 peserta. Para guru diharapkan dapat menjadi pelatih di daerah masing-masing, memperluas penerapan berpikir komputasional di jenjang PAUD seperti yang telah dirintis AMMAN di Sumbawa Barat. (Adv/admin01. Radio Arki)

Related posts

Rayakan HKN dan Harlah KSB, RSUD Asy-Syifa’ Khitankan 55 Anak

ArkiFM Friendly Radio

Wabup KSB Pastikan Penanganan Gempa Sesuai Prosedur

ArkiFM Friendly Radio

DPD PPNI KSB Periode 2022-2027 Dilantik

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page