ARKIFMNEWS

Banjir Menerjang, Pemda KSB Tancap Gas Dirikan Dapur Umum dan Penanganan Darurat

Sumbawa Barat. Radio Arki — Banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memicu respons cepat pemerintah daerah.

Pemda KSB langsung menggelar rapat darurat, menerjunkan tim ke lokasi terdampak, serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga.

Sekretaris Daerah Sumbawa Barat, drh. Hairul, MM, memimpin langsung rapat koordinasi gerak cepat pada siang hari.

Ia menegaskan, langkah awal difokuskan pada penanganan jangka pendek agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi, terutama logistik dan air bersih.

“Kita pastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. OPD sudah turun ke lapangan sesuai tugas masing-masing,” ujar Sekda, dalam press release yang diterima arkifm.com, Selasa, 24 Februari 2025.

Tim gabungan telah diterjunkan untuk melakukan mitigasi dan asesmen di sejumlah titik terdampak. Di Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene, banjir bandang menyebabkan kerusakan fasilitas sekolah. Dinas Dikbud langsung melakukan pendataan tingkat kerusakan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi.

Sementara itu, Dinas Sosial bergerak cepat mendata kebutuhan warga dan menyalurkan bantuan logistik. Wilayah terdampak lainnya antara lain Kelurahan Sampir, Desa Belo dan Desa Beru di Kecamatan Jereweh, serta Desa Benete.

Di sejumlah lokasi tersebut, dapur umum telah didirikan untuk menyiapkan makanan siap saji bagi warga, termasuk kebutuhan berbuka puasa di Desa Beru.

Pemerintah daerah juga menyusun rencana penanganan darurat jangka pendek dengan mengumpulkan data kebutuhan bantuan, kerusakan rumah warga, serta fasilitas umum.

Sekda menjelaskan, jika kondisi memburuk, khususnya di Kecamatan Taliwang, Dinas Sosial akan memastikan suplai makanan dan logistik tetap terdistribusi dengan baik.

Untuk kebutuhan air bersih, Pemda berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sebanyak tujuh armada tangki air minum dikerahkan melalui kerja sama PDAM, Polres, Bank NTB, Dinas PUPR, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Selain itu, tim Pemadam Kebakaran disiagakan untuk membersihkan fasilitas umum dan lingkungan terdampak. Pembersihan dijadwalkan dimulai pada pagi hari di sejumlah titik prioritas.

Dinas PUPR bersama BPBD saat ini juga tengah melakukan perhitungan kerusakan infrastruktur sebagai dasar penanganan lanjutan.

Sekda menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan para camat di wilayah terdampak terus melakukan asesmen untuk memastikan setiap kondisi tertangani dengan cepat dan tepat.

“Minimal malam ini kebutuhan jangka pendek masyarakat harus terpenuhi. Kita bergerak bersama,” tegasnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat. (Admin02.RadioArki)

Related posts

DPRD KSB Bahas Strategi Atasi Pemotongan Dana Transfer Pusat

ArkiFM Friendly Radio

Semarak Pekan Olahraga KORPRI dengan Berbagai Perlombaan

ArkiFM Friendly Radio

LKK Nasional Kohati HMI KSB Dibuka, Dorong Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page