Sumbawa Barat. Radio Arki — Dugaan keterlibatan PT Unggul Sejati Indonesia (USI) dalam aktivitas galian C di Sungai Desa Belo, Kecamatan Jereweh, semakin menguat. Pengacara sekaligus Ketua SBSI Sumbawa Barat, Malikurrahman, S.H., membongkar bukti yang menunjukkan bahwa PT USI tidak sekadar membeli material, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional penambangan di lokasi tersebut.
Bukti yang dimaksud adalah surat kerja sama operasional bernomor 221/L/VI/2023, tertanggal 20 Juni 2023, antara PT USI dan PT Anugerah Alam Sumbawa (AAS). Surat tersebut, menurut Malikurrahman, membuktikan bahwa kedua perusahaan memiliki hubungan erat dalam kegiatan tambang di kawasan sungai.
“Apa yang disampaikan PT USI dalam pertemuan di DLH itu tidak benar. Mereka bilang hanya membeli material, tapi faktanya ada kerja sama resmi dengan PT AAS untuk kegiatan penambangan,” tegas Malikurrahman, Senin (28/7).
Tidak hanya menghadirkan bukti kerja sama, Malikurrahman juga mengungkapkan bahwa seluruh alat berat yang beroperasi di lokasi tambang adalah milik PT USI, mulai dari truk pengangkut hingga ekskavator.
“Fakta ini jelas menunjukkan PT USI tidak bisa lepas tangan. Mereka menyediakan seluruh sarana operasional tambang. Jadi klaim bahwa mereka hanya pembeli material jelas menyesatkan,” ungkapnya.
Malikurrahman menilai hubungan antara PT AAS dan PT USI sangat erat, di mana PT AAS berperan sebagai penyedia izin dan material tambang, sedangkan PT USI mengolah material untuk industri mortar atau beton siap pakai (batching plant).
“Intinya, PT AAS dan PT USI itu satu paket. Mereka saling menopang dalam operasional. Pernyataan PT USI yang menolak keterlibatan hanyalah pengelabuan publik,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, dalam pertemuan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa Barat pada Senin (28/7), perwakilan PT USI menyatakan tidak melakukan pengambilan material sendiri dan hanya membeli dari PT AAS. Namun, bantahan Malikurrahman beserta bukti kerja sama menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi aktivitas pertambangan di Sungai Belo.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT USI yang coba dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan dan bukti yang disampaikan Malikurrahman. (Admin02.RadioArki)
