Foto: Hutan Batu Hijau hasil reklamasi PT. AMMAN. (Doc. Amman)
Sumbawa Barat. Radio Arki – Batu hijau dulu gersang. Lahan bekas tambang yang hanya tersisa tanah dan batu kini mulai menampakkan hijau kehidupan. Disinilah PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menjalankan misinya ‘menyulam kembali hutan batu hijau’.
“Reklamasi bukan sekedar mennam pohon. Kami ingin lahan kembali bernafas, kembali hidup,” ujar Jorina Waworuntu, Manager Environmental Compliance AMMAN.
Ia menekankan, setiap langkah reklamasi dibuat dengan cermat agar tidak hanya hijau secara visual, tetapi jkuga membawa fungsi ekologis.
Sejak tambang batu hijau mulai beroperasi hingga akhir tahun 2023, AMMAN telah mereklamasi 718 hektare dari total 3.291 hektare lahan yang dibuka. Dalam prosesnya, perusahaan menanam 1,53 juta pohon dengan 99 varian bibit.
“Jumlah ini bukan sekedar angka. Setiap pohon yang ditanam adalah harapan baru untuk hutan yang hilang,” katanya.
Ia menjelaskan, AMMAN menjalankan reklamasi dengan dua metode. Pertama, penanaman intensif yang fokus pada jenis kayu lokal yang sudah ada. Kedua, pola agroforestry, menggabungkan pohon kayu dengan tanaman produktif untuk masyarakat.
“Setiap bibit dipilih berdasarkan NDVI, indikator ilmiah untuk memastikan tanaman sesuai dengan kondisi lahan,” jelasnya.
Untuk memastikan reklamasi berjalan optimal, AMMAN juga memanfaatkan teknologi modern.

“Kami menggunakan citra satelit dan UAV untuk memantau tingkat kehijauan, tutupan tanaman dan serapan karbon. Dengan begitu reklamasi menjadi lebih terukur,” tambahnya.
Dampak reklamasi kini sudah mulai terlihat. Bukit bukit yang dulu gersang kini sudah tertutup vegetasi flora seperti binong, ipil, kayu batu, dao, aren, dan rotan.
“Keanekaragaman hayati juga meningkat, terbukti dengan pemantauan adanya burung, kelelawar, dan satwa liar lainnya. Bahkan, elang bondol sering terlihat terbang di kawasan hutan yang menjadi simbol bahwa ekosistem kembali pulih,” ungkapnya.
Selama proses reklamasi, AMMAN tidak berjalan sendiri. Masyarakat lokal melalui kelompok dilibatkan secara langsung dalam setiap prosesnya.
“Warga ikut menanam bibit, memasang ajir, hingga merawat tanaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPH Sejorong Mataiyang turut memantau apa yang telah dilakukan AMMAN dalam mengembalikan fungsi ekologi hutan. Pemantauan dilakukan mulai dari perencanaan, penanaman, hingga evaluasi.
“Hampir setiap petak atau look yang ditanam pihak PT. AMMAN menunjukkan hasil signifikan,” bebernya.
Meski masih ada target pekerjaan dalam meningkatkan hasil reklamasi, AMMAN dinilai sejauh ini sudah mulai berhasil menyulam kembali hutan yang hilang. Menghadirkan harapan baru bagi alam dan manusia di Batu Hijau. (Admin02.RadioArki)
