ARKIFMNEWS

Polisi Perketat Pengamanan Arus Mudik di Pelabuhan Poto Tano

Sumbawa Barat. Radio Arki – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat memperketat pengamanan arus mudik Lebaran di kawasan Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas penyeberangan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Pengamanan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan patroli serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka Operasi Ketupat Rinjani 2026, yang digelar di Pelabuhan Poto Tano, Minggu, 15 Maret 2026.

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan yang tergabung dalam Sprintgas Pos Terpadu Pelayanan Operasi Ketupat Rinjani 2026 Polres Sumbawa Barat.

Para personel melakukan patroli di area pelabuhan, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan.

Dalam patroli tersebut, petugas mengingatkan para penumpang agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.

Informasi cuaca, kata petugas, sebaiknya diperoleh dari sumber resmi seperti BMKG agar perjalanan dapat dilakukan dengan aman.

Selain itu, masyarakat juga diimbau memastikan seluruh dokumen perjalanan telah lengkap, mulai dari tiket penyeberangan, dokumen kendaraan hingga identitas diri sebelum memasuki kawasan pelabuhan.

Petugas juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan selama berada di area pelabuhan.

Para penumpang diminta untuk mengawasi barang bawaan masing-masing serta memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua.

Tidak hanya itu, pengguna jasa penyeberangan juga diingatkan agar tidak memaksakan diri naik kapal jika kapasitas angkut telah terpenuhi. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi risiko keselamatan selama perjalanan laut.

Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan keamanan maupun kejadian yang mencurigakan di kawasan pelabuhan, mereka diminta segera melaporkannya kepada petugas yang berjaga di lapangan.

Razia Kendaraan dan Barang Bawaan
Selain patroli, pada pukul 21.00 Wita personel gabungan juga melaksanakan di gerbang Pelabuhan Poto Tano.

Kegiatan ini menyasar masyarakat pengguna jasa pelabuhan serta berbagai potensi pelanggaran hukum, mulai dari peredaran minuman keras, kepemilikan senjata tajam maupun senjata api, narkoba, bahan peledak, hingga barang muatan ilegal.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas, termasuk memastikan kendaraan memiliki dokumen sah serta tidak membawa barang yang melanggar ketentuan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan teguran kepada sopir angkutan umum, baik bus maupun kendaraan lainnya yang tidak sesuai peruntukan.

Para pengemudi diingatkan untuk tidak menaikkan penumpang di atas atap kendaraan demi menjaga keselamatan.

Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan pembelian tiket secara online untuk mempermudah proses pelayanan sekaligus menghindari penumpukan penumpang di area pelabuhan.

Berdasarkan data Pos Terpadu Pelayanan Operasi Ketupat Rinjani 2026, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Poto Tano mulai menunjukkan peningkatan.

Tercatat sejak pukul 12.00 Wita hingga 00.00 Wita, jumlah kendaraan yang berangkat dari pelabuhan meliputi kendaraan roda enam (R6) sebanyak 7 unit, roda empat (R4) 148 unit, serta roda dua (R2) sebanyak 328 unit dengan total penumpang mencapai 1.320 orang.

Sementara untuk kedatangan, kendaraan roda enam tercatat sebanyak 6 unit, roda empat 178 unit, dan roda dua sebanyak 463 unit dengan total penumpang mencapai 2.600 orang.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Ardiyatmaja, mengatakan patroli dan KRYD tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan rasa aman kepada masyarakat selama berlangsungnya Operasi Ketupat Rinjani 2026.

“Melalui kegiatan patroli dan KRYD ini, kami memastikan situasi keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Poto Tano tetap aman dan kondusif, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan penyeberangan menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan serta selalu mengutamakan keselamatan selama melakukan perjalanan mudik.

Menurutnya, melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026, Polri ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

“Harapannya arus mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat tetap kondusif,” pungkasnya. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Tarian “Ecoprint Tepas MARAS”, Tarian Kreatif Menyimbolkan Pemberdayaan yang Berkelanjutan

ArkiFM Friendly Radio

DPD KNPI Nilai Perubahan Nama BIL Sakiti Masyarakat NTB

ArkiFM Friendly Radio

DPC PKB Sumbawa Barat Solid Dukung Cak Imin Kembali Jadi Ketua Umum

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page