ARKIFMNEWS

Workshop Tradisi Sumbawa, Upaya Penguatan Nilai Pengasuhan Tradisional untuk Pendidikan Berkarakter di KSB

Sumbawa Barat. Radio Arki – Upaya memperkokoh nilai etika, norma, dan karakter peserta didik kembali mendapat perhatian serius melalui penyelenggaraan Workshop Tradisi Sumbawa yang digelar di Aula TK Negeri Pembina Taliwang, Rabu, 26 November 2025.

Mengusung tema “Penguatan Nilai Pengasuhan Anak dalam Tradisi Masyarakat Sumbawa Tempo Dulu sebagai Bahan Ajar Muatan Lokal Budaya Daerah bagi Guru SD dan Guru SMP dalam Memperkokoh Etika dan Norma Anak Didik,” kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk merevitalisasi nilai-nilai luhur pengasuhan anak dalam tradisi Sumbawa.

Workshop ini digagas untuk menggali kembali filosofi pengasuhan tempo dulu yang sarat makna, agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan modern. Para guru SD dan SMP diajak berdialog dengan tokoh adat, budayawan, serta praktisi pendidikan guna memahami esensi pengasuhan tradisional Sumbawa, mulai dari nilai hormat kepada orang tua, sopan santun, hingga prinsip hidup beradab.

Hasil pembahasan workshop akan dirumuskan menjadi bahan ajar muatan lokal yang relevan, sehingga penerapannya di sekolah mampu memperkuat pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembangunan watak dan jati diri budaya daerah.

Foto: Ketua Pelaksana Kegiatan, Roy Marhandra, saat menyampaikan sambutannya. (Doc: Arki)

Ketua pelaksana kegiatan, Roy Marhandra, dalam laporannya menegaskan bahwa workshop ini lahir dari keprihatinan terhadap memudarnya nilai-nilai tata krama dan sopan santun di kalangan generasi muda. Rasa bangga terhadap budaya lokal juga dinilai mulai berkurang seiring masuknya arus globalisasi dan budaya instan.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat, mengenai pentingnya menanamkan kembali nilai budi pekerti, karakter, dan norma kepada generasi muda. Tradisi dan budaya Sumbawa merupakan identitas yang harus diwariskan,” ungkap Roy.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kebersamaan demi mewujudkan generasi KSB yang santun, berbudi pekerti luhur, dan memiliki kecintaan terhadap budayanya sendiri.

Foto: Sekdis Dikbud KSB, Suarman, S.Pd., M.Si saat menyampaikan sambutannya. (Doc: Arki)

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Suarman, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Brillian Production selaku penggagas workshop.

“Apa yang dilaksanakan hari ini sangat penting untuk menjadi perhatian bersama. InsyaAllah Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akan memberikan dukungan penuh terhadap hasil workshop ini. Kerja sama semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan tujuan kegiatan ini,” tegas Suarman.

Ia memastikan pemerintah daerah siap mengawal setiap langkah yang diinisiasi, terutama yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan berbasis budaya lokal.

Ketua Brillian Production, Anggun Martiwinangun, S.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kemendikbud serta Dinas Dikbud KSB atas dukungan yang diberikan.

“Insya Allah apa yang kita harapkan bersama dalam membangun budaya dan tradisi masyarakat KSB akan terus ditingkatkan dengan kerja sama multipihak, terutama para guru dan pemerhati pendidikan. Hasil workshop ini akan terus kami kawal agar benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan pendidikan di KSB,” ujar Anggun.

Ia menegaskan bahwa komitmen penguatan budaya tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi harus diterjemahkan dalam langkah konkret yang menyentuh ruang kelas serta keseharian peserta didik.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, diharapkan sekolah-sekolah di KSB semakin siap menerapkan muatan lokal budaya Sumbawa secara lebih sistematis dan terarah. Pemahaman yang benar terhadap nilai pengasuhan tempo dulu diyakini dapat menjadi pondasi penting bagi pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, beretika, dan bangga terhadap identitas budayanya. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Mundur dari DPRD NTB, Muhammad Nasir ST Ingin Memberikan Ketauladan Berdemokrasi  

ArkiFM Friendly Radio

Ahok-Djarot Harus Cuti Lagi, Sekjen PDIP: Ada Nuansa Politis

ArkiFM Friendly Radio

Ima : Public Speaking Optimalkan Peran Mahasiswa di Luar Negeri

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page