Keterangan : Peserta program basketball development 2025 bersama Social Impact AMMAN
Sumbawa Barat. Radio Arki – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) bersama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kabupaten Sumbawa Barat mulai memperkuat komitmen pembinaan olahraga daerah melalui peluncuran Program Basketball Development 2025. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menyediakan wadah pembinaan terstruktur bagi atlet muda sekaligus menandai sinergi paling progresif antara perusahaan dan induk organisasi olahraga di Pulau Sumbawa.
Pelaksanaan program telah dimulai dalam beberapa minggu terahir, dipusatkan di fasilitas latihan kompleks KTC Sport Center, Taliwang. Program itu menghadirkan ratusan peserta dari berbagai latar belakang, diantaranya adalah siswa sekolah dasar, pelajar tingkat menengah, hingga atlet muda klub-klub lokal mendapat kesempatan untuk merasakan pelatihan yang disusun secara profesional. Tidak hanya menyasar kemampuan teknik, pendekatan pelatihan yang digunakan menempatkan karakter, kedisiplinan, dan manajemen emosi sebagai fondasi utama pembinaan.
Senior Manajer Sosial Impact AMMAN, Aji Suryanto mengungkapkan bahwa pembinaan generasi muda melalui olahraga bukan sekadar kegiatan sampingan, melainkan bagian dari visi perusahaan dalam menciptakan masyarakat KSB yang sehat, berdaya saing, dan memiliki ekosistem sosial budaya yang dinamis.
Ia menegaskan bahwa olahraga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas individu, bukan hanya pada fisik kesehatan tetapi membangun karakter seperti bagaimana bekerja sama, pengendalian diri, hingga mentalitas kompetitif yang sehat. Untuk itu program Basketball Development 2025 dapat menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong terciptanya ekosistem pembinaan olahraga yang lebih sistematis. Ada beberapa kegiatan dalam program ini, pertama sertifikasi untuk tingkat C dan peningkatan kapasitas pelatih lokal, kedua coaching clinic untuk ratusan siswa, selanjuntya adalah kompetisi yang menjadi ruang aktualisasi.

“AMMAN ingin generasi muda KSB memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang. Melalui program ini, kami berharap lahir atlet-atlet yang bisa bersaing di tingkat nasional dan menjadi kebanggaan daerah,” ungkapnya, saat melakukan kunjungan di lokasi program basketball development di Taliwang, Ahad 7 Desember 2025 kemarin.
Dalam program basketball development 2025 ini, mengusung pendekatan Sports for Development (S4D), sebuah strategi pengembangan karakter dan kesehatan mental melalui olahraga yang diakui secara global dan menjadi bagian dari pilar Pengembangan Sumber Daya Manusia (Human Capital Development) dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memajukan kualitas generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat. Di tengah berkembangnya minat terhadap olahraga basket, program ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan sistem pembinaan yang terukur dan didampingi tenaga berlisensi.
Salah satu instruktur yang terlibat dalam program ini, Regina mengapresiasi sinergi AMMAN dan PERBASI Sumbawa Barat. Model program ini menjadi terobosan penting dalam ekosistem olahraga di Pulau Sumbawa, khususnya basket. Untuk itu, program seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan kedepan. Karena untuk mengejar target tinggi, harusnya ada dukungan dari banyak pihak termasuk pemerintah.
“Program ini luar biasa. Target latihan dan pembinaan bisa tercapai jika seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan penuh, terutama pemerintah daerah. Kami berharap tahun depan program seperti ini terus berlanjut, bahkan lebih besar skalanya,” ujarnya, saat diwawancarai sejumlah awak media di lokasi kegiatan, Ahad 7 Desember 2025.
“Sekarang berbeda. Fasilitas sudah semakin baik meskipun memang perlu terus perbaikan terutama untuk fasilitas indoor. semoga perusahaan seperti AMMAN tetap mendukung. Pembinaan harus berkelanjutan, begitu pula even-even kompetitifnya. Dengan itu semangat anak-anak akan tetap hidup,” tukas Herdinata Putra (40), Pemain legendaris dari klub ternama di Sumbawa Barat menimpali pernyataan Regina.
Sementara itu, salah satu peserta yang sudah mencetak prestasi di level provinsi dan ikut dalam program tersebut, Qoriah Akila (14) mengaku merasakan langsung manfaat kegiatan yang terselenggara selama beberapa hari tersebut. Ia mengaku memperoleh pengalaman baru dan semakin membuatnya lebih bersemangat untuk menggeluti permainan bola basket.
“(program) sangat bagus karena kami bisa belajar. Semoga selalu ada,” ujar pebasket muda, yang juga merupakan siswa di SMPN 1 Brang Rea itu kepada awak media.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kemajuan olahraga tidak dapat ditopang oleh satu pihak saja, tetapi harus dibangun bersama dalam keselarasan visi. Dukungan berkelanjutan, dunia basket Sumbawa Barat diharapkan tidak hanya berkembang sebagai cabang olahraga populer, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter bagi generasi muda Sumbawa Barat. (adv/admin01. Radio Arki)
