NEWS

Diterjang Gelombang Setinggi 2,5 Meter, Truk Terguling di Kapal Ferry Rute Tano–Kayangan

Keterangan : Kondisi truk yang terguling saat dihantam gelombang 2,5 meter di perairan selat Alas (sumber. istimewa)

Poto Tano, Sumbawa Barat — Cuaca buruk melanda jalur penyebrangan laut Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Selasa (29/7/2025). Gelombang tinggi yang mencapai lebih dari 2,5 meter menyebabkan sebuah truk terguling di dalam kapal ferry yang sedang berlayar. Peristiwa ini memicu kepanikan di antara para penumpang, meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Insiden tersebut terjadi saat kapal ferry, KMP Surya Kayangan yang mengangkut kendaraan dan penumpang menyeberangi perairan Selat Alas. Ombak besar yang menghantam badan kapal menyebabkan salah satu truk yang berada di dek bawah kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling. Beberapa sepeda motor yang terparkir di dekat truk turut tertimpa dan mengalami kerusakan. Sementara sejumlah mobil lainnya yang berada dalam kapal dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak terdampak.

Seorang penumpang, Abdul Latif (37), menceritakan situasi mencekam yang terjadi dalam kapal saat gelombang tinggi menghantam.

“hampir semua penumpang panik, terutama saat truk terguling. Ada yang berteriak, ada juga yang mencoba mencari tempat aman. Alhamdulillah, saat kapal mulai mendekati dermaga Tano, gelombang mulai reda dan situasi menjadi lebih tenang,” ungkapnya kepada media ini, Selasa siang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Poto Tano belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Belum diketahui pula apakah ada kerusakan pada kapal atau penanganan lebih lanjut terhadap kendaraan yang terdampak.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat berita ni dionlinekan kondisi perairan selat alas telah tinggi gelombang mencapai 1,4 meter. Meski demikian perairan Selat Alas rawan karena masih dalam cuaca ekstrem. BMKG mencatat tinggi gelombang laut di jalur Poto Tano–Kayangan dalam beberapa hari ke depan berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Peringatan dini cuaca ekstrem pun telah dikeluarkan dan berlaku sejak tanggal 29 Juli hingga 31 Juli 2025.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya evaluasi sistem pengamanan kendaraan dalam kapal serta peningkatan kesiapsiagaan operator penyebrangan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu segera merespons insiden ini dengan langkah-langkah penanganan dan mitigasi risiko lebih lanjut. (Admin01. Radio arki)

Related posts

Oknum Timsel NTB 2 Diduga Jual Beli Tahapan, KPU RI Diminta Batalkan Tahapan

ArkiFM Friendly Radio

Empat Alasan Memilih Fud-Aher dalam Pilkada Sumbawa Barat 2024

ArkiFM Friendly Radio

Bupati Sumbawa Barat Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page