Taliwang. Radio Arki — Pemerintah Desa Seloto, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, untuk pertama kalinya menggelar peringatan Hari Lahir (Harla) Desa Seloto sejak desa tersebut berdiri dua dekade lalu. Perayaan yang berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna Seloto, Jumat (6/2/2025), menjadi momentum refleksi perjalanan desa sekaligus penegasan arah pembangunan berbasis spiritualitas dan kebersamaan masyarakat.
Penjabat Kepala Desa Seloto, Khairul Ikhwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan dua dekade ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang refleksi atas perjuangan para pendahulu dalam membangun desa, serta pijakan untuk menata masa depan Seloto yang lebih baik.
“Selama dua dekade berdirinya Desa Seloto, baru tahun ini kami dapat melaksanakan peringatan hari lahir desa. Meski digelar secara sederhana, semangat kebersamaan masyarakat sangat luar biasa,” ungkap Khairul.
Ia menjelaskan, terdapat dua agenda utama dalam peringatan Harla ke-20 tersebut, yakni pelaksanaan Tabligh Akbar sebagai upaya penguatan spiritual masyarakat, serta acara seremonial resmi yang dihadiri jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Khairul mengakui, pelaksanaan kegiatan dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Namun, dukungan dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Momentum ini penting untuk menanamkan nilai sejarah kepada generasi penerus, sekaligus mengenang jasa para pendahulu yang telah membangun Desa Seloto sejak awal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun secara geografis Desa Seloto tampak kecil, namun memiliki potensi besar, khususnya di bidang pendidikan.
“Dalam peta mungkin Seloto terlihat kecil, tetapi kami tidak ingin kalah dalam integritas dan semangat membangun. Bahkan, Desa Seloto menjadi satu-satunya desa dengan jumlah unit sekolah terbanyak di wilayah ini. Ini merupakan modal penting untuk kemajuan desa ke depan,” lanjutnya, disambut tepuk tangan meriah warga yang hadir.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, dalam sambutannya mengenang kunjungan pertamanya ke Desa Seloto pada tahun 2005. Ia menilai, nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Seloto masih terjaga kuat hingga saat ini.

“Saya merasakan langsung kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Seloto sejak dulu hingga sekarang. Nilai gotong royong ini merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan,” tutur Bupati.
Bupati juga mengajak masyarakat Desa Seloto untuk terus mengikuti perkembangan dan perubahan zaman tanpa meninggalkan jati diri serta kearifan lokal. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong transformasi pembangunan melalui program KSB Maju Luar Biasa agar tidak tertinggal dari daerah lain.
“Kami berharap masyarakat Seloto dapat mendukung penuh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah. Transformasi harus dijalani bersama agar Kabupaten Sumbawa Barat semakin maju dan sejahtera,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut berharap Penjabat Kepala Desa Seloto dapat terus memberikan pelayanan publik yang optimal, sekaligus menjadi jembatan yang baik menuju terpilihnya kepala desa definitif pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026.
“Dua dekade perjalanan Desa Seloto ini harus menjadi pijakan yang kuat agar desa terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Acara seremonial peringatan Harla ke-20 Desa Seloto turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), Kepala Dinas Nakertrans, Camat Taliwang, Danramil Taliwang, Kapolsek Taliwang, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (Iwenk. Radio Arki)
