NEWS

Kepedulian yang Menyentuh Hati, Program Fisioterapi dan Psikologi AMMAN

Sumbawa Barat. Radio Arki – Berdiri dari duduk atau melangkah menuju pintu mungkin bagfi Sebagian orang terasa biasa saja. Namun, tentu tidak bagi penyandang disabilitas dan lansia, gerakan sederhana itu kerap menjadi mimpi yang sulit diwujudkan. Ada yang sejak lahir harus berdamai dengan keterbatasan fisik, ada pula yang harus menjalani hidup baru pasca penyakit atau kecelakaan.

Nyeri yang tak kunjung hilang, sendi dan otot yang kaku, serta ketergantungan pada orang lain untuk melakukan aktivitas paling mendasar, itu adalah kondisi harian bagi disabilitas. Lebih berat lagi, beban fisik itu sering datang beriringan dengan beban mental yang tak kasatmata perasaan tak berdaya, kesepian, bahkan kehilangan motivasi untuk berinteraksi dengan dunia luar.

Melihat kenyataan ini, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, berinisiatif menghadirkan “Layanan Fisioterapi dan Psikologi bagi Penyandang Disabilitas dan Keluarga” di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa.

Setiap dua hingga tiga bulan sekali, AMMAN bersama mitra melaksanakan layanan kesehatan terpadu di fasilitas umum desa. Layanan ini menyasar penyandang disabilitas, lansia, dan keluarga mereka yang sering menjadi tulang punggung pendampingan sehari-hari.

Di satu sisi, tim fisioterapis memberikan terapi khusus untuk mengurangi nyeri, mengembalikan mobilitas sendi, melatih kekuatan otot, dan membantu penerima manfaat kembali melakukan aktivitas harian secara mandiri. Di sisi lain, tim psikolog menyediakan sesi konseling dan terapi psikologis, bukan hanya bagi pasien tetapi juga bagi anggota keluarga yang kerap mengalami tekanan emosional akibat peran merawat.

Pendekatan ini memadukan perawatan fisik dan dukungan mental, memastikan bahwa pemulihan tidak hanya terjadi di tubuh, tetapi juga di pikiran dan hati.

Sejak awal, program ini melahirkan cerita-cerita yang mengharukan.
Nenek Nurma (68), salah satu penerima manfaat, mengaku telah bertahun-tahun menanggung nyeri yang membuatnya sulit bergerak, bahkan untuk berdiri saat shalat. Tetapi setelah mengikuti traphy tersebut, ia mengaku ada perubahan dan merasa sedikit nyaman.  

“Badan saya jadi lebih sehat, rasa nyeri hilang semua setelah dilakukan tindakan fisioterapi secara medis. Sudah lama tidak bisa melakukan gerakan berdiri saat sholat. Setelah terapi secara medis sudah mulai bisa membaik,” tuturnya, dengan mata berkaca-kaca.

Perubahan juga dirasakan Kakek Sabram Anggir (65), yang mengalami keluhan pada lutut dan lengan kirinya. Kondisi itu pasalnya sudah lama ia alami dan setelah mendapatkan Traphy juga diraskan perubahan. Untuk itu ia berharap program itu bisa terus diselenggarakan agar Masyarakat lebih banyak yang dapat merasakan manfaatnya.

Senada dengan Sabram dan Nurma, pria paruh baya, yang akrab dipanggil Oyang juga mengaku sangat berterima kasih dengan program tersebut.  Setahun terakhir, ia habiskan dengan menahan sakit pinggang yang tak kunjung hilang. Kini, ia mulai dapat tersenyum lebar, karena keluhannya bisa tertangani secara gratis.

“sakit pinggang ini sudah setahunan, sekarang alhamdulillah hilang (sakit.red). terima kasih Perusahaan (AMMAN), semoga ini (program) bisa terus dilakukan,” ungkapnya, penuh rasa syukur

Program dengan Skema Keterlibatan Karyawan AMMAN dan Mitra Bisnis

Program ini tidak lahir sebagai formalitas tanggung jawab sosial (CSR) semata. Ia merupakan bagian dari Employee Participation Program (EPP), sebuah skema yang memungkinkan karyawan AMMAN dan mitra bisnisnya untuk terlibat langsung, menyumbangkan keahlian, waktu, bahkan tenaga fisik mereka demi kepentingan masyarakat.

Seperti ketehui, program ini telah diluncurkan AMMAN sejak tahun 2024 lalu. Layanan ini telah digelar belasan kali dan menjangkau ratusan warga di Sumbawa Barat dan Sumbawa. Angka itu terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan fisik dan mental. Lebih dari itu, program ini menciptakan efek domino positif, masyarakat menjadi lebih terbuka untuk berkonsultasi, pendamping merasa lebih terdukung, dan penerima manfaat memiliki motivasi untuk terus menjalani terapi lanjutan.

AMMAN menyadari bahwa kesehatan adalah fondasi kemandirian. Dengan memulihkan mobilitas, mengurangi rasa sakit, dan menguatkan mental, masyarakat dapat kembali berperan aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi mereka. Inilah esensi dari kepedulian yang menyentuh hati, bukan sekadar memberi bantuan sementara, melainkan memberdayakan untuk jangka panjang. (admin01/adv. Radio Arki)

Related posts

Akhdiansyah Sebut Gerakan Kembali ke Warung Solusi Penyangga Ekonomi Mikro

ArkiFM Friendly Radio

Curi Printer, Pelajar Di Taliwang Ini Dibekuk Polisi

ArkiFM Friendly Radio

Jokowi Batal Ke KSB, Mendikbud Beri Uang

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page