Sumbawa Barat. Radio Arki – Program Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk program KSB Maju Kesehatan yang merupakan bagian dari program unggulan di Sumbawa Barat ternyata masih belum begitu maksimal dimanfaatkan oleh public secara luas. Padahal layanan ini sangat efektif dalam mendekatkan layanan Kesehatan termasuk menekan pembiayaan keluarga pasien.
Demikian diungkapkan kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, dr Carlof Situmpul kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa 5 Agustus 2025.
“Secara pribadi, sejak program ini diluncurkan, saya belum puas dengan respon public untuk memanfaatkan program itu. Penggunaannya masih sangat minim ada 448 layanan. Ini tentu menjadi catatan serius bagi kami. Sepertinya public masih banyak yang salah paham,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak masyarakat yang masih keliru memahami layanan TRC sebagai layanan yang hanya bersifat darurat. Padahal, pelayanan ini mencakup lebih dari itu, termasuk kunjungan ke rumah pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas maupun pendampingan pengobatan yang tidak harus menunggu kondisi gawat.
Fenomena menariknnya, kata dr Carlof justru dalam tren respon public terhadap program TRC, tak jarang ada Masyarakat yang hanya sekadar mencoba layanan dengan melakukan panggilan palsu. Meski demikian, ia menilai itu sebagai bagian dari proses adaptasi publik terhadap sistem baru dalam program kesehatan.
“Kami pahami itu sebagai bagian dari rasa ingin tahu masyarakat. Justru dari situ kita tahu bahwa mereka mulai mengenal TRC, walaupun belum sepenuhnya memahami manfaatnya. Tetapi untuk memastikan bahwa layanan TRC tepat dan efektif, maka setiap aduan yang masuk (via telp) akan selalu dikonfirmasi untuk memastikan kejelasan, termasuk bagaimana TRC akan memberikan tindakan pertama,” jelasnya.
Program TRC sendiri ditujukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat, sehingga bisa menekan beban layanan di fasilitas kesehatan konvensional. Untuk itu, dr Carlof mengaku akan mengintensifkan sosialisasi, termasuk melalui pemerintah desa dan kader PDPGR (Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong).
“Kami sudah libatkan desa dan PDPGR untuk memperluas pemahaman publik tentang manfaat TRC ini. Kalau seluruh lapisan masyarakat memahami fungsi sebenarnya, saya yakin layanan ini akan semakin membumi di KSB,” pungkasnya optimis. (Admin01. Radio Arki)
