NEWS

Riset Dosen UTS Buktikan Kearifan Samawa Jadi Fondasi Etika Lingkungan Modern

Sumbawa. Radio Arki – Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu dosennya, Dr. Muammar Khadafie dari Program Studi Ilmu Komunikasi, berhasil meraih Hibah Penelitian Dana Indonesiana 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Melalui penelitian berjudul “Konstruksi Tradisi Sedekah Ponan dalam Merawat Lingkungan secara Berkelanjutan”, Dr. Khadafie akan melakukan kajian mendalam di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini berfokus pada pelestarian nilai-nilai ekologis dan spiritual dalam tradisi Sedekah Ponan, warisan budaya masyarakat Samawa yang mengandung makna harmoni antara manusia dan alam.

“Tradisi Ponan merupakan cerminan kesadaran ekologis masyarakat Samawa yang memandang alam sebagai mitra hidup, bukan objek eksploitasi. Kami ingin membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjadi dasar moral dan filosofis bagi etika lingkungan modern,” ungkap Dr. Khadafie, kepada media ini, Rabu (15/10) siang tadi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dan konstruksi sosial budaya dengan melibatkan tokoh adat, pemuka agama, serta masyarakat pelaku tradisi. Hasilnya diharapkan dapat memperkuat kebijakan pelestarian budaya lokal dan menjadi model pendidikan ekologi berbasis kearifan lokal di tingkat nasional.

Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Hj. Niken Saptarini Widyawati, S.E., M.Sc., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Dr. Khadafie menunjukkan komitmen UTS dalam membangun riset-riset inovatif yang berpijak pada realitas lokal namun berdampak nasional.

“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Penelitian tersebut sejalan dengan semangat UTS untuk mengembangkan sains dan humaniora yang berakar pada budaya lokal Sumbawa. Ini langkah nyata membangun negeri dari Pulau Sumbawa melalui riset kebudayaan yang berdampak,” ujarnya.

Program Dana Indonesiana merupakan inisiatif Kementerian Kebudayaan yang mendukung pelestarian kebudayaan nasional berbasis riset ilmiah. Melalui program ini, pemerintah memberi ruang bagi peneliti dan akademisi untuk mengkaji serta mengembangkan nilai-nilai budaya Nusantara secara berkelanjutan.

Dr. Khadafie berharap hasil risetnya tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga rujukan praktis dalam pengelolaan lingkungan berbasis budaya.
“Kami ingin menjembatani nilai-nilai tradisi dengan tantangan lingkungan global. Ponan mengajarkan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesadaran spiritual dan sosial manusia terhadap alam,” tambahnya.

Capaian ini semakin menegaskan posisi UTS sebagai pusat riset dan inovasi kebudayaan Pulau Sumbawa, yang memadukan ilmu, teknologi, dan nilai-nilai tradisi dalam kerangka keberlanjutan. Riset Dr. Muammar Khadafie nantinya akan dituangkan dalam bentuk laporan penelitian, buku ilmiah, film dokumenter etnografis, serta artikel jurnal terakreditasi SINTA. (Admin01. Radio Arki)

Related posts

Ditunjuk Jadi Percontohan DBI, Kades Andi Siapkan Langkah Ini

Nahkodai IBI KSB, Enny Setyawaty Ingin Penguatan Kemitraan Dan Profesionalitas

ArkiFM Friendly Radio

DPRD KSB Tindaklanjuti Laporan dan Hasil Evaluasi Terkait Etik

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page