Sumbawa Barat. Radio Arki — Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., MM.Inov., menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini semakin mudah mengakses biaya pendamping pasien melalui Program KSB Maju Kesehatan.
Program ini merupakan salah satu terobosan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang dirancang untuk menjamin kemudahan dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Andy Suhaeri menjelaskan bahwa pasien yang dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, seperti ke RSUD Sumbawa maupun ke rumah sakit di Pulau Lombok, berhak memperoleh biaya pendamping sebesar Rp1,5 juta. Dana tersebut diberikan berdasarkan Kartu KSB Maju Kesehatan yang dimiliki pasien.
“Kalau pasien sudah memiliki kartu KSB Maju Kesehatan, maka dana pendamping akan langsung ditransfer. Tapi jika belum memiliki kartu, maka bantuan diberikan secara tunai atau cash,” jelas Andy kepada arkifm.com, Selasa, 7 Oktober 2025.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pencairan dana pendamping dapat dilakukan dengan cepat, bahkan sebelum pasien berangkat menuju rumah sakit rujukan. Hal ini menjadi bentuk nyata dari prinsip pelayanan yang mudah, cepat, dan tidak berbelit.
“Misalnya minggu ini pasien dirujuk ke Mataram, maka dana pendamping sudah bisa cair sebelum berangkat. Setelah seminggu dirawat, pasien pulang, lalu tiga hari kemudian dirujuk kembali, tetap bisa mendapatkan bantuan lagi meskipun dalam bulan yang sama,” ungkapnya.
Program ini memberikan bantuan berbasis Kartu Keluarga (KK) bagi pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit luar daerah, dengan besaran Rp1.500.000 per pasien per periode perawatan.
Andy juga menekankan bahwa kemudahan program KSB Maju Kesehatan jauh lebih praktis dibandingkan dengan bantuan kesehatan lain, yang mensyaratkan surat keterangan tidak mampu.
Pihak RSUD Asy-Syifa’ turut meluruskan persepsi yang sempat berkembang di masyarakat mengenai program ini. Andy menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan bahwa pengurusan bantuan ini sulit dan nilainya mencapai Rp2,5 juta adalah tidak benar.
“Kita perlu sampaikan dengan jelas bahwa prosesnya tidak rumit. Nilai bantuan juga bukan Rp2,5 juta, tetapi Rp1,5 juta per pasien rawat inap di luar daerah,” ujarnya menegaskan.
Andy menegaskan bahwa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan dan inklusif, khususnya di bidang kesehatan.
“Program KSB Maju Kesehatan menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan akses layanan medis karena faktor ekonomi atau jarak,” imbuhnya.
Dengan mekanisme yang mudah dan sistem yang transparan, RSUD Asy-Syifa’ berharap masyarakat dapat lebih percaya dan memanfaatkan program ini secara optimal. (Admin02.RadioArki)
