NEWS

Baru 5 Bulan Berjalan, Program Pendampingan Pasien Sudah Dikenal Luas

Sumbawa Barat. Radio Arki- Upaya Rumah Sakit Assyifa dalam memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap program biaya pendampingan pasien menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil survei Median, Lembaga Survey Inpenden menunjukan bahwa, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan dan manfaat program tersebut telah mencapai lebih dari 69 persen.

Direktur Rumah Sakit Assyifa, Andi Suhaeri menyampaikan bahwa capaian itu menjadi indikator positif atas efektivitas program yang baru dijalankan selama kurang lebih lima bulan. Ia menilai bahwa tingkat pengetahuan di atas 60 persen untuk program yang relatif baru merupakan tanda bahwa sosialisasi dan implementasi di lapangan berjalan cukup baik.

“Hasil survei menunjukkan angka 69 persen lebih. Ini capaian yang cukup baik karena program ini baru efektif dilaksanakan sekitar lima bulanan,” jelas Andi.

Program biaya pendampingan pasien sendiri merupakan salah satu program unggulan Bupati Sumbawa Barat yang dilaksanakan langsung oleh Rumah Sakit Umum Daerah As-Syifa. Program ini dihajatkan untuk memberikan bantuan bagi pendamping pasien sebesar Rp 1,5 juta.

Lebih lanjut, Andi menargetkan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program tersebut dapat meningkat hingga 90 persen dalam waktu satu tahun ke depan, atau bertepatan dengan Mei 2026 mendatang. Target tersebut sangat realistis dicapai, karena ada berbagai motode sosialisasi program yang dilakukan secara masif dan melibatkan berbagai pihak..

“Kami menargetkan pada tahun pertama atau sekitar bulan Mei 2026 nanti, tingkat pemahaman masyarakat bisa mencapai 90-an persen. Itu artinya, hampir seluruh pasien dan keluarga pasien yang datang ke rumah sakit sudah mengetahui dan memahami manfaat program pendampingan ini,” ujarnya.

Selain melalui kanal resmi rumah sakit, Andi menyebut bahwa pihaknya juga menerapkan strategi penyebaran informasi secara partisipatif, yaitu dengan melibatkan para penerima manfaat program sebagai duta informasi. Cara ini dinilai efektif karena pesan yang disampaikan langsung berasal dari mereka yang telah merasakan manfaat nyata dari program tersebut.

“Salah satu strategi kami adalah memberdayakan penerima manfaat program sebagai perantara informasi. Mereka yang sudah terbantu bisa menjadi contoh nyata sekaligus penyampai pesan kepada masyarakat lainnya,” tambahnya.

Ia pun berharap, keberhasilan dalam memperluas pengetahuan masyarakat tentang program biaya pendampingan pasien dapat berbanding lurus dengan tingkat kepuasan pelayanan di rumah sakit. Semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan memahami hak pasien dan pendamping pasien, maka kepuasan masyarat terhadap program di bidang kesehatan juga akan meningkat.

“Tujuan akhirnya tentu bukan sekadar angka, tetapi bagaimana pelayanan rumah sakit semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Andi. (Adv/Iwenk. Radio Arki)

Related posts

Kota Mataram Perlu Figur Pemimpin Alternatif

ArkiFM Friendly Radio

Petani Sedih Sawahnya di Jorok Liang Seloto Terendam Lumpur Gunung

ArkiFM Friendly Radio

Iklan ucapan selamat hari pendidikan dari Pemerintah Desa Batu Putih Kecamatan Taliwang

Leave a Comment

You cannot copy content of this page