ARKIFMNEWS

Gizi Tumbuh di Bumi Tambang

Foto: Kader Posyandu Desa Talonang Baru saat memberikan PMT kepada anak yang mengalami stunting. (Doc. Arki)

Kolaborasi di Talonang Baru, dari kebun gizi lahir generasi tanpa stunting

Sumbawa Barat. Radio Arki – Pagi menjelang siang, matahari menimpa lembut hamparan bukit dan pantai lepas yang menghiasi Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang.

Angin membawa aroma tanah dan sayuran yang tumbuh subur menjadi pemandangan tersendiri, dari kebun kecil yang berada tidak jauh dari rumah warga.

Diantara barisan tanaman kangkung, terong, tomat, pare dan mentimun yang menghijau, seorang ibu rumah tangga, Nurhasanah, tengah memetik sayur segar dengan cekatan sambil sesekali melempar senyuman.

“Dulu kami hanya tahu beli sayur di penjual sayur kios kecil atau penjual keliling. Sekarang kami bisa menanam sendiri dan hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan makanan tambahan anak anak di Desa. Rasanya seperti menanam harapan,” katanya, sembari menyapa pengujung kebun gizi.

Bagi Ibu yang berusia kepala lima ini, harapan itu tumbuh bukan hanya dari tanah, tetapi juga dari keyakinan bahwa perubahan bisa dimulai dari tangan tangan perempuan desa, yang menjadi bagian dari kelompok petani perempuan, penggerak utama kebun gizi yang menjadi jantung program percepatan penurunan stunting di Desa Talonang Baru.

Hampir setiap pagi, kelompok petani perempuan bekerja di kebun gizi. Berbagai jenis sayuran hasil perkebunannya, diolah menjadi menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak anak dan ibu hamil.

“Sekarang sebagian kebutuhan PMT yang difasilitasi AMMAN bisa kami penuhi dari hasil pertanian warga sendiri. Ini perubahan besar karena masyarakat jadi bagian aktif dalam menjaga gizi anak anak mereka,” jelas Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo.

“Selain itu juga bisa membantu ekonomi keluarga dari hasil kebun gizi juga,” imbuh Kepala Desa yang hobby berkebun ini.

Foto: Ibu Nurhasanah (kiri) saat memperlihatkan hasil kebun gizi kelompok petani perempuan Desa Talonang Baru, binaan PT. Amman dan YCP. (Doc. Care Indonesia)

Dampak dari kebun gizi ini sangat mencengangkan, dimana penurunan stunting dari 25 anak pada 2023, kini tersisa hanya 13 anak.

Angka itu bukan sekedar angka statistik, melainkan hasil kerja bersama antara masyarakat, pemerintah, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melalui kemitraan dengan Yayasan Care Peduli (YCP).

Sinergi antara AMMAN dan YCP membantu memperkuat kapasitas masyarakat, baik dalam pengelolaan kebun gizi maupun edukasi kesehatan.

“Kerjasama ini mengajarkan kami bahwa pembangunan tidak selalu soal infrastruktur, tapi soal bagaimana membangun kesadaran dan kemandirian,” ujar pria bergelar Sarjana Pertanian itu.

Di balik kisah berhasilnya penurunan stunting yang signifikan dan suksesnya kebun gizi, tidak terlepas dari peran perusahaan tambang yang menujukkan komitmen membangun warisan sosial berkekelanjutan.

Priyo pramono, Vice President of Policy, Permitting and Social Impact PT. Amman, menegaskan bahwa pendekatan sosial Amman bukan hanya tentang program jangka pendek, tapi upaya sistematis untuk memperkuat fondasi masyarakat lokal.

Selamat tiga tahun, kata Priyo, Amman bersama YCP di wilayah lingkar tambang (Jereweh, Maluk, Sekongkang) melakukan intervensi di tiga bidang, yaitu perbaikan gizi anak balita, peningkatan kesehatan ibu hamil, serta penguatan peran dan pemimpinan perempuan di masyarakat.

“Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan (PPM). Kami ingin warisan terbaik dari bumi tambang ini bukan hanya mineral, tapi generasi yang sehat dan berdaya,” tuturnya, singkat. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Proses Administrasi Kependudukan Kini Dipermudah

ArkiFM Friendly Radio

Workshop Tradisi Sumbawa, Upaya Penguatan Nilai Pengasuhan Tradisional untuk Pendidikan Berkarakter di KSB

ArkiFM Friendly Radio

4 Pejabat Eselon II KSB Dimutasi, Ini Daftar Nama Namanya

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page