ARKIFMNEWS

MES KSB Dorong Penguatan Pariwisata Kerakyatan Melalui Seminar Pariwisata Halal

Sumbawa Barat. Radio Arki — Upaya memperkuat arah pembangunan pariwisata berbasis kerakyatan terus dilakukan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Salah satunya ditandai dengan terselenggaranya Seminar Pariwisata Halal oleh Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (PD MES) KSB, di Killa Balad, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperdalam pemahaman pelaku wisata mengenai konsep pariwisata halal sekaligus merumuskan arah pengembangannya agar selaras dengan karakter sosial budaya masyarakat KSB.

Kegiatan menghadirkan dua pemateri kompeten di bidangnya. Wahyu Khalik, M.Par., Dosen Pariwisata Syariah UIN Mataram, membahas perspektif akademik dan kebijakan terkait implementasi pariwisata halal dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, M. Taufiq Hizbul Haq, SH., Presiden Asosiasi Selam ISTDA, memberikan pandangan praktis terkait peluang, tantangan, dan strategi pengembangan wisata halal di destinasi yang memiliki potensi kelautan.

Diskusi dipandu oleh Jalaluddin, S.E.I., M.P., Ketua Pusat Kajian Pariwisata dan Pembangunan Pertanian Universitas Cordova, yang membuat jalannya seminar berlangsung lebih interaktif melalui alur dialog yang terarah.

Ketua Panitia, Bahri Rahmat, menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini merupakan agenda yang telah lama direncanakan. Baru pada tahun ini, dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan tersebut dapat terealisasi.

“Tujuan utama seminar ini adalah memberikan pemahaman komprehensif kepada pelaku wisata tentang konsep dan arah pengembangan Pariwisata Halal di Kabupaten Sumbawa Barat,” jelasnya.

Peserta yang hadir berasal dari unsur Pokdarwis, BUMDes, hingga para Kepala Desa se-KSB. Mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menggerakkan pariwisata desa.

Kabid Destinasi Wisata Disparpora KSB, Zulkifli, SE, dalam sambutannya menyampaikan pesan Bupati Sumbawa Barat terkait komitmen daerah dalam memperkuat sektor pariwisata.

Ia mengungkapkan bahwa tahun ini Pemda mulai merintis pengembangan Pariwisata Kerakyatan yang dipusatkan di Kecamatan Brang Ene, dengan konsep yang akan terintegrasi secara langsung dengan keberadaan Bendungan Tiu Suntuk.

Konsep ini diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga mampu memberi dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan manfaat nyata bagi warga sekitar. Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi bagaimana masyarakat dapat merasakan peningkatan ekonomi,” tegas Zulkifli.

Sekretaris PD MES KSB, Roy Marhandra, SE., M.Sos., dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya seminar ini untuk melahirkan gagasan konkret yang mendukung konsep Pariwisata Kerakyatan.

Ia mendorong agar pendekatan Pariwisata Halal dijadikan salah satu fondasi dalam proses pembangunan tersebut.

Roy menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu memiliki persepsi keliru terhadap istilah “halal” dalam wisata.

“Banyak daerah dan negara yang berhasil menjadikan pariwisata halal sebagai nilai tambah yang meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” ujarnya.

Ia berharap melalui diskusi ini, para peserta mendapatkan gambaran jelas mengenai arah pengembangan Pariwisata Halal di KSB yang tetap berlandaskan nilai-nilai dan norma Islam yang telah hidup dalam keseharian masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi serta tanya jawab antara pemateri dan peserta. Berbagai pandangan, pengalaman, dan gagasan inovatif bermunculan, menunjukkan tingginya antusiasme pelaku wisata untuk mendorong sektor ini tumbuh lebih kuat, berkelanjutan, dan sesuai karakter masyarakat KSB. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Pemda KSB Usulkan Jalan dan Irigasi Provinsi Diperbaiki

ArkiFM Friendly Radio

Jaga Kondusifitas Daerah, Dandim 1628 Bangun Kemitraan Dengan Insan Pers

ArkiFM Friendly Radio

Siap Siap, Job Fair di KSB Digelar Bulan Agustus

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page