ARKIFMNEWS

RSUD Asy-Syifa’ Perkuat Layanan Fisioterapi, Datangkan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik

Sumbawa Barat. Radio Arki – Komitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan terus ditunjukkan RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat. Terbaru, rumah sakit milik pemerintah daerah itu memperkuat layanan fisioterapi dengan menghadirkan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) dari RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses layanan rehabilitasi medik bagi masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan pasien yang memerlukan terapi pemulihan secara berkelanjutan.

Kehadiran dokter spesialis rehabilitasi medik dinilai penting karena fisioterapi tidak hanya berfokus pada pemulihan pasca cedera, tetapi juga membantu pasien stroke, gangguan saraf, pasca operasi, hingga berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi gerak tubuh agar dapat kembali menjalani aktivitas secara optimal.

Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, mengatakan kerja sama dengan RSUD dr. R. Soedjono Selong merupakan bentuk sinergi antar rumah sakit pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan di daerah.

Menurutnya, masyarakat Sumbawa Barat berhak memperoleh layanan rehabilitasi medik yang berkualitas tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.

“Kami ingin memastikan masyarakat Sumbawa Barat mendapatkan layanan rehabilitasi medik yang lengkap, tepat waktu, dan sesuai standar pelayanan kesehatan,” ujar Andy, Rabu, 3 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penguatan layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas terapi yang diterima pasien sekaligus mempercepat proses pemulihan sesuai kebutuhan medis masing-masing.

Saat ini, layanan fisioterapi di RSUD Asy-Syifa melayani pasien peserta BPJS Kesehatan sebanyak dua kali dalam satu bulan. Pola pelayanan tersebut menyesuaikan jadwal praktik dokter spesialis yang didatangkan dari Lombok Timur.

Selain itu, mekanisme pelayanan juga mengikuti ketentuan BPJS Kesehatan yang mengharuskan pasien menjalani konsultasi dan asesmen awal oleh dokter spesialis sebelum mendapatkan tindakan fisioterapi yang dijamin pembiayaannya.

Kondisi tersebut menyebabkan tingginya jumlah kunjungan pasien pada jadwal pelayanan tertentu. Akibatnya, antrean pasien kerap mengalami penumpukan karena tingginya kebutuhan terapi rehabilitasi medik di Sumbawa Barat.

Meski demikian, manajemen RSUD Asy-Syifa terus melakukan berbagai penyesuaian agar pelayanan tetap berjalan optimal dan seluruh pasien dapat memperoleh terapi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami terus mengevaluasi dan melakukan pengaturan layanan agar kebutuhan pasien tetap dapat terlayani dengan baik,” kata Andy.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan rehabilitasi medik, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menyiapkan solusi jangka panjang dengan menyekolahkan putra daerah untuk menempuh pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Brawijaya.

Program tersebut menjadi investasi sumber daya manusia bidang kesehatan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Apabila dokter spesialis tersebut telah menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di daerah, layanan rehabilitasi medik di RSUD Asy-Syifa dapat diberikan setiap hari tanpa bergantung pada dokter spesialis dari luar daerah.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah memperkuat kemandirian pelayanan kesehatan dan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga spesialis dari luar wilayah.
BPJS Kesehatan Beri Apresiasi

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumbawa Barat, Zaenudin, mengapresiasi upaya RSUD Asy-Syifa dalam memperkuat layanan rehabilitasi medik.
Menurutnya, penambahan dokter spesialis akan memberikan manfaat besar bagi pasien karena proses terapi dapat berlangsung lebih terarah dan sesuai kebutuhan medis.

“BPJS Kesehatan mendukung penuh upaya RSUD Asy-Syifa meningkatkan layanan. Dengan penguatan jadwal praktik dan penataan layanan yang terus dilakukan, pasien dapat menjalani terapi secara teratur sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Zaenudin.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti prosedur pelayanan yang telah ditetapkan. Pasien perlu menjalani konsultasi dan evaluasi awal oleh dokter spesialis sebelum memperoleh layanan fisioterapi yang dijamin BPJS Kesehatan.

Menurutnya, prosedur tersebut penting untuk memastikan diagnosis, jenis terapi, serta durasi penanganan sesuai dengan kondisi medis pasien.

Penguatan layanan fisioterapi ini diharapkan membawa sejumlah manfaat bagi masyarakat Sumbawa Barat. Selain memperluas akses layanan rehabilitasi medik, kehadiran dokter spesialis juga akan meningkatkan kualitas terapi sesuai standar kedokteran fisik dan rehabilitasi. (Admin02.RadioArki)

Related posts

HMI Sumbawa Barat : Hari Santri Nasional Harus Mampu Mendorong Gerakan Revolusi Mental

ArkiFM Friendly Radio

Danrem Pantau Pendebetan Rekening Pokmas di Gangga KLU

ArkiFM Friendly Radio

Satlantas Polres Sumbawa Barat Gunakan Sirkuit untuk Uji SIM Baru

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page