ARKIFMNEWSOLAH RAGA

Promotor JAS Sayangkan Pemda KSB Terkesan Tutup Mata di Event Olahraga Trabas Nasional

Sumbawa Barat. Radio Arki — Event Jelajah Alam Sumbawa (JAS) 2025 sukses digelar dan berhasil menarik lebih dari 500 trabaser asal Bali dan Nusa Tenggara ke Desa Seloto. Namun, di tengah antusiasme peserta dan keberhasilan penyelenggaraan, pihak promotor menyayangkan minimnya kehadiran dan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terhadap event nasional tersebut.

Promotor JAS 2025 yang juga Ketua Kebas Bersama, Irwansyah HJ, menyebut bahwa absennya instansi pemerintah terkait menimbulkan kekecewaan mendalam bagi komunitas trabas yang selama ini aktif memajukan olahraga petualangan di daerah.

Menurutnya, event JAS dibangun dari semangat kebersamaan dan kerja keras masyarakat tanpa ketergantungan pada anggaran pemerintah.

“Ketidakhadiran pemerintah daerah melalui instansi terkait bukan saja mencederai semangat olahraga yang terus digelorakan komunitas trabas. Padahal kami tidak meminta dukungan anggaran, hanya kehadiran pemerintah untuk melihat dan menyemarakkan kegiatan,” ungkap Irwansyah.

Ia menegaskan bahwa dukungan moral dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk memperkuat keberlanjutan event tahunan yang telah berkembang menjadi ajang bertaraf nasional.

Meski tanpa perhatian pemerintah, pelaksanaan JAS 2025 berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Peserta dari Bali, Lombok, Sumbawa, hingga Bima memenuhi jalur extrem Seloto selama dua hari kegiatan.

“Alhamdulillah kegiatan sukses digelar. Peserta mencapai lebih dari 500 trabaser. Ini membuktikan bahwa JAS memiliki daya tarik nasional dan menjadi magnet tersendiri bagi pecinta sport adventure,” ujar Irwansyah.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat mampu menyelenggarakan event besar dengan kerja mandiri dan dukungan lokal.

Irwansyah berharap pemerintah daerah dapat lebih terbuka dan responsif terhadap kegiatan masyarakat, terutama event yang memiliki potensi besar untuk promosi wisata dan perputaran ekonomi lokal.

“Kami melakukan ini untuk olahraga, persaudaraan, dan promosi daerah. Semoga tahun depan pemerintah bisa hadir mendukung, bukan hanya menonton dari jauh. Itupun kalau menonton,” cetusnya.

Meskipun pemerintah daerah tidak hadir, event ini tetap mendapat perhatian dari unsur legislatif. Salah satu anggota DPRD KSB, Badaruddin Duri, turut hadir memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan JAS 2025 sebagai bentuk dukungan moral kepada komunitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) KSB, Nurdin Rahman, yang berusaha dihubungi wartawan via WhatsApp untuk dimintai tanggapan, memilih tidak memberikan komentar mengenai ketidakhadiran instansinya dalam event tersebut. (Admin.RadioArki)

JAS Seloto Ditutup, Trabaser Bali dan Bima Rebut Gelar Raja Tanjakan Indonesia Timur

Related posts

KSB Dinilai Layak Menjadi Model Sanitasi Aman di Indonesia

ArkiFM Friendly Radio

Bulan Oktober 2016, Kapal Cepat Jalur Dermaga Labu lalar Dioperasikan

ArkiFM Friendly Radio

H. Firin Sebut Festival Taliwang Jadi Ajang Perkuat Adat Istiadat

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page