Keterangan : Ilustrasi Jalan Usaha Tani
Sumbawa Barat. Radio Arki – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran yang diperkirakan mendekati Rp20 miliar untuk program pembangunan dan peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) pada tahun 2026. Anggaran tersebut tersebar pada 89 paket kegiatan pekerjaan fisik, atau belum termasuk perencanaan dan pengawasan.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 89 paket pekerjaan fisik JUT dengan nilai yang bervariasi. Beberapa kegiatan tercatat memiliki nilai di bawah Rp100 juta, seperti Peningkatan Jalan Usaha Tani Kubur Sua di Kecamatan Jereweh yang bernilai sekitar Rp93 juta. Sementara itu, terdapat pula paket dengan nilai lebih besar, seperti Pembangunan Jalan Usaha Tani Ai Perat di Desa Beru yang mencapai sekitar Rp371 juta.
Selain itu, sebagian besar paket pekerjaan lainnya memiliki nilai antara Rp186 juta hingga Rp279 juta per paket. Dari akumulasi nilai pekerjaan fisik tersebut, total anggaran yang dialokasikan diperkirakan mencapai lebih dari Rp18 miliar. Nilai itu belum termasuk anggaran perencanaan dan pengawasan yang jika digabungkan maka setidaknya dapat mencapai Rp 20 milyar.
Seluruh pekerjaan fisik tersebut diketahui menggunakan mekanisme pengadaan langsung. Penggunaan metode tersebut dimungkinkan karena nilai masing-masing paket masih berada dalam batas nilai pengadaan yang memperbolehkan pelaksanaan melalui mekanisme pengadaan langsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jon Agus Suhadi, mengatakan program itu berasal dari sejumlah sumber usulan yang kemudian diakomodasi dalam kegiatan. Ada empat sumber inputan program, di antaranya forum yasinan, Musrenbang, pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, dan dari OPD terkait langsung. Lebih lanjut, Jon enggan untuk memberikan penjelasan detail terkait rincian program tersebut. Menurutnya, keterangan resmi mengenai pelaksanaan dan detail program menjadi kewenangan Kepala Dinas.
“Selebihnya tentang hal tersebut bukan otoritas saya, jadi kita tunggu Bu Kadis yang memberikan pernyataan detailnya,” ujarnya saat ditemui media ini, Rabu, 3 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat yang hendak dikonfirmasi media ini tidak berada di kantor. Berdasarkan keterangan staf resepsionis, yang bersangkutan sedang melaksanakan tugas dinas di luar daerah.
“Ada TD (tugas dinas) di luar, Pak,” ujar staf resepsionis Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat kepada Media ini. (Admin01. Radio Arki)
