NEWS

Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di KSB Masih Rendah

Sumbawa Barat. Radio Arki – Transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital di Kabupaten Sumbawa Barat masih menghadapi tantangan. Hingga pertengahan 2026, jumlah warga yang mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih jauh dari target nasional. Kondisi itu mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat menggencarkan upaya jemput bola dengan menyasar pelajar SMA dan sederajat sebagai sasaran utama aktivasi IKD.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa Barat, Feriyal, S.K.M., mengungkapkan, dari sekitar 110 ribu penduduk yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), baru sekitar dua ribu orang yang tercatat mengaktifkan IKD. Jumlah tersebut masih sangat rendah dibanding target pemerintah pusat yang mengharapkan sedikitnya 30 persen pemilik KTP telah menggunakan identitas kependudukan digital.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, Dukcapil akan memanfaatkan kegiatan perekaman KTP elektronik di sekolah-sekolah sebagai momentum mengaktifkan IKD bagi para siswa yang telah memenuhi syarat sebagai pemilik KTP elektronik.

Keterangan : Kepala dinas Dukcapil KSB, Feriyal SKM (Sumber: istimewa)

“Tim kami akan turun ke sekolah-sekolah untuk melakukam perekaman pembuatan KTP, nah di sana kami sekalian akan mengarahkan siswa-siswa yang sudah punya KTP untuk mengaktifkan IKD,” jelas Feriyal saat di wawancarai media ini, Jumat 17 Juli 2026.

Selain menyasar pelajar, Dukcapil juga akan mengoptimalkan aktivasi IKD kepada masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan di kantor Dukcapil. Langkah serupa juga akan dilakukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di kawasan Komplek KTC agar menjadi contoh dalam pemanfaatan layanan digital di lingkungan masyarakat.

“Kami juga mengarahkan pengunjung dukcapil yang datang melakukan pelayanan kita arahkan untuk mengaktifkan IKD, dan juga kami mengarahkan para ASN yang berada di sekitar KTC ini untuk mulai mengaktifkan IKD, agar mereka menjadi pelopor di masyarakat,” jelasnya.

Menurut Farial, penggunaan IKD memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses layanan publik. Dengan identitas kependudukan yang tersimpan di telepon pintar, masyarakat tidak selalu harus membawa KTP fisik saat membutuhkan layanan tertentu yang telah terintegrasi secara digital.

“Kami berharap semua pemilik KTP bisa mengaktifkan IKD karena bermanfaat, masyarakat tidak perlu membawa ktp fisik jika berlajanan di beberapa layanan seperti BPJS, bandara dan sebagainya,” tambahnya.

“strategi jemput bola di sekolah, pelayanan langsung di kantor Dukcapil, serta pelibatan ASN sebagai pelopor, kami harapkan jumlah pengguna IKD di Kabupaten Sumbawa Barat terus meningkat. Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan digitalisasi administrasi kependudukan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, praktis, dan efisien,” demikian, tutupnya. (Al. Radio Arki)

Related posts

Pemda Sumbawa Barat Mengucapkan Selamat HUT KSB ke-19

ArkiFM Friendly Radio

Tak Penuhi Janji Soal PT SJR, Ketum HMI : DPRD dan Pemda Sepertinya ‘masuk angin…

ArkiFM Friendly Radio

10.000 PJUTS Akan Terpasang di KSB

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page