ARKIFMNEWS

38 Tossa Beroperasi, DLH KSB Tingkatkan Sistem Pengangkutan Sampah

Sumbawa Barat. Radio Arki – Sebanyak 38 unit kendaraan roda tiga (tossa) kini resmi beroperasi untuk mendukung pelayanan pengangkutan sampah di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Seiring beroperasinya armada tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB mulai meningkatkan sistem pengangkutan sampah melalui evaluasi menyeluruh terhadap pola pelayanan, distribusi armada, dan kebutuhan di lapangan agar layanan kepada masyarakat semakin efektif dan merata.

Upaya peningkatan sistem pelayanan itu dibahas dalam rapat evaluasi bersama pemerintah kelurahan se-Kecamatan Taliwang yang dipimpin Kepala DLH KSB, Aku Nur Rahmadin, di Aula DLH KSB, Senin, 13 Juli 2026.

Kepala DLH KSB, Aku Nur Rahmadin, mengatakan masa awal operasional menjadi waktu yang tepat untuk melihat sejauh mana efektivitas penggunaan armada baru dalam mendukung pelayanan persampahan.

“Sudah dua pekan tossa ini kita operasikan. Tentu masih ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi agar pelayanan pengangkutan sampah semakin optimal,” kata Madin, sapaan akrabnya.

Menurut Madin, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melihat jumlah armada yang tersedia, tetapi juga menyesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.

DLH, kata dia, tengah memperbarui data jumlah rumah yang dilayani, sebaran kawasan permukiman, hingga volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

“Kita harus terus upgrade data. Berapa jumlah rumah yang dilayani dan berapa volume sampah yang dihasilkan. Data penting, karena bisa terus berubah seiring berjalannya waktu. Dari situ baru bisa kita tentukan apakah armadanya sudah ideal atau masih perlu penyesuaian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun distribusi armada agar pelayanan lebih tepat sasaran. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga kebutuhan armada tidak bisa disamaratakan.

Madin mengungkapkan, dalam pembahasan bersama pemerintah daerah sempat muncul usulan agar sebagian armada dipindahkan ke tempat lain. Namun, menurutnya, keputusan tersebut belum dapat dilakukan karena kebutuhan pelayanan di dalam kota masih cukup tinggi.

“Kita ingin keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan kebutuhan di lapangan, bukan sekadar membagi armada. Karena itu kita kembali melakukan pemetaan lebih dulu,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pengaturan operasional armada juga menjadi bagian dari evaluasi. Dari tujuh unit yang dibahas, tiga unit direncanakan mendukung pelayanan di ruas jalan utama Kota Taliwang sekaligus membantu kegiatan gotong royong.

Selain itu, satu unit disiapkan khusus untuk mengangkut sampah dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara tiga unit lainnya akan mendukung pelayanan di Kecamatan Brang Rea, kawasan ASDP-PLN Tambora, dan Kecamatan Seteluk.

Meski demikian, Madin menegaskan fungsi utama 38 unit tossa tetap difokuskan untuk melayani jalan-jalan lingkungan dan kawasan permukiman yang selama ini sulit dijangkau kendaraan pengangkut berkapasitas besar.

“Tossa ini memang kita siapkan untuk masuk ke jalan-jalan lingkungan yang tidak bisa dijangkau truk. Untuk jalan utama nanti akan dilayani armada lain yang kapasitas angkutnya lebih besar sehingga pelayanan bisa saling mendukung,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama dua pekan operasional, DLH juga masih menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai pelayanan pengangkutan sampah. Menurutnya, seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami masih menerima berbagai masukan. Itu menjadi bahan evaluasi bagi kami agar persoalan yang ada di lapangan bisa segera ditindaklanjuti dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, para lurah turut menyampaikan hasil pemantauan terhadap pelaksanaan pengangkutan sampah di wilayah masing-masing.

Secara umum, mereka menilai keberadaan armada tossa mulai memberikan dampak positif, terutama dalam melayani jalan-jalan lingkungan yang sebelumnya sulit dijangkau kendaraan pengangkut sampah.

Namun demikian, para lurah juga memberikan sejumlah masukan agar pelayanan semakin optimal. Salah satunya berkaitan dengan pengangkutan sampah di ruas jalan utama yang dinilai masih perlu diperkuat melalui pengaturan jadwal dan koordinasi antara armada tossa dengan kendaraan pengangkut berkapasitas besar.

“Mereka menyampaikan pelayanan di jalan lingkungan sudah cukup baik. Namun untuk jalan utama masih perlu ditingkatkan agar proses pengangkutan lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan sampah,” kata Madin.

Selain itu, aspek operasional armada juga menjadi perhatian. Menurut Madin, para lurah berharap seluruh kendaraan dapat selalu dalam kondisi siap beroperasi sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu akibat kendala teknis.

“Ada juga masukan agar aspek operasional benar-benar diperhatikan. Ini penting supaya armada selalu siap melayani masyarakat,” katanya.

Rapat evaluasi juga membahas karakteristik timbulan sampah di beberapa kawasan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah tingginya volume sampah dari rumah kos yang menyebabkan frekuensi pengangkutan harus dilakukan lebih sering.

“Volume sampah dari kawasan kos-kosan memang relatif tinggi. Itu menjadi perhatian karena petugas harus lebih sering melakukan pengangkutan sehingga berpengaruh terhadap operasional di lapangan,” jelas Madin.

Selain itu, masih terdapat beberapa permukiman yang belum dapat dijangkau armada tossa karena kondisi akses jalan yang sempit. DLH, kata dia, akan memetakan kembali kawasan tersebut untuk menentukan pola pelayanan yang paling sesuai.

“Beberapa lokasi memang memiliki akses yang sangat terbatas sehingga perlu dicarikan pola pelayanan yang paling sesuai. Ini juga menjadi bagian dari evaluasi kami,” ujarnya.

Madin menegaskan bahwa seluruh masukan yang dihimpun akan menjadi dasar penyempurnaan sistem pengangkutan sampah di Kabupaten Sumbawa Barat.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala, mulai dari distribusi armada, penataan rute, hingga pola operasional agar pelayanan semakin efektif.

“Harapan kami, dengan evaluasi ini pelayanan persampahan bisa semakin baik, semakin cepat, dan semakin merata sehingga kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara optimal,” pungkasnya. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Pol PP KSB : Penghuni Rumah Kos Wajib Ikut Gotong Royong

ArkiFM Friendly Radio

Terjerat Kasus Narkoba, Satu Anggota Polres KSB Dicopot

ArkiFM Friendly Radio

Penambang Menginginkan Aktivitas PETI di KSB Dilegalkan

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page