ARKIFMNEWS

Desa Talonang Baru Bakal Jadi Sentra Pengembangan Pisang Cavendish

Sumbawa Barat. Radio Arki — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mendorong sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui rencana menjadikan Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, sebagai sentra pengembangan pisang Cavendish dari hulu hingga hilir.

Program strategis tersebut diawali dengan peninjauan langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si di Dusun Lemar Lempo, Desa Talonang Baru, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Di lokasi tersebut, rencananya tahun 2026 akan disiapkan lahan seluas kurang lebih 20 hektare yang akan dijadikan pilot project pengembangan pisang Cavendish secara terpadu.

Kepala Desa Talonang Baru, Budi Haryo, SP, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat desa untuk mengoptimalkan potensi lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pengembangan pisang Cavendish ini bukan hanya soal menanam, tetapi menciptakan rantai produksi yang lengkap dari hulu ke hilir. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pelaku usaha yang mampu mengolah dan memasarkan hasilnya,” ujar Budi Haryo.

Ia menuturkan, jenis pisang Cavendish dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi, permintaan pasar yang luas, serta kesesuaian dengan kondisi iklim dan tanah di Talonang Baru.

Menurutnya, sebagian masyarakat setempat sudah mulai menanam pisang Cavendish secara mandiri, dan hasilnya cukup menggembirakan.

“Beberapa warga telah mencoba menanam Cavendish dan hasilnya tumbuh baik. Ini menjadi dasar kami untuk memperluasnya menjadi kawasan sentra yang lebih terencana,” jelasnya.

Pisang Cavendish dikenal sebagai varietas unggulan dunia dengan rasa manis, tekstur lembut, dan kulit tipis berwarna kuning cerah.

Tanaman ini cocok tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian maksimal 1.600 meter di atas permukaan laut serta suhu optimal sekitar 27°C. Kondisi yang secara alami dimiliki wilayah Sumbawa Barat, termasuk Talonang Baru.

Lebih lanjut, Budi Haryo menegaskan bahwa pengembangan ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis pertanian, dan membuka peluang kemitraan dengan sektor swasta di bidang agribisnis.

“Kami berharap, ke depan Talonang Baru bisa menjadi percontohan dalam mengembangkan produk pertanian unggulan yang berdaya saing,” ujarnya. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Kembangkan Terobosan Digital Penanggulan Bencana, Hackathon Di Gelar di NTB

ArkiFM Friendly Radio

Gasak Uang Toko di Taliwang, Pria Ini Diringkus di Maronge

ArkiFM Friendly Radio

Muhammad Amin : Hampir Semua Balon Di Pilkada NTB Sudah ‘Merapat’

Leave a Comment

You cannot copy content of this page