Foto: Proyek smelter tembaga PT. AMMAN di Maluk, Sumbawa Barat. (Doc. Amman)
Sumbawa Barat. Radio Arki – Kehadiran pabrik smelter PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menjadi penggerak utama inovasi industri sekaligus katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Proyek strategis yang saat ini berada pada tahap komisioning ini, tidak hanya menegaskan kemajuan teknologi pertambangan, tetapi membuka peluang kerja dan memperkuat sektor ekonomi lokal.
Vice president Corporate Communication AMMAN, Kartika Octaviana, mengatakan bahwa smelter merupakan bagian dari transformasi industry yang menghadirkan berbagai inovasi dan efesiensi yang berkelanjutan.
“Smelter menjadi wujud nyata komitmen AMMAN untuk menjalankan operasi pertambangan yang inovatif, bertanggung jawab dan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah,” ujarnya.

Kartika menjelaskan, pembangunan smelter didukung penerapan teknologi mutakhir di berbagai lini operasional, mulai dari pengolahan bijih tembaga hingga pengendalian emisi.
“Kami mengintergrasikan system otomasi dan digitalisasi untuk memastikan seluruh proses berjalan efisien dan ramah lingkungan,” katanya.
Langkah ini, kata dia, sejalan dengan strategi perusahaan yang kini memasuki pertambangan fase 8 di tambang batu hijau yang diproyeksikan usia tambang hingga 2030, sekaligus memastikan pasokan bahan baku yang stabil bagi smelter.
Menurut Kartika, sinergi antara penambangan fase 8 dan operasional smelter akan memperkuat posisi Sumbawa Barat sebagai pusat industri nasional.

“Smelter bukan hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperluas dampak ekonomi di tingkat lokal. Ribuan tenaga kerja terlibat, dan sektor pendukung seperti jasa, perdagangan, serta transportasi ikut tumbuh pesat,” jelasnya.
Selain efesiensi industri, AMMAN juga berkomitmen pada Program Pemberdayaan Masyarakat (AMMAN), seperti pelatihan dan pengembangan kompetensi, pendidikan vokasi, dan berbagai program yang mendorong sumberdaya manusia yang kompetitif, sehingga warga lokal dapat berperan aktif dalam ekosistem industri di masa depan.
Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Sumbawa Barat, Badaruddin Duri, mengapresiasi langkah AMMAN. Ia menekankan bahwa keberadaan smelter yang akan beroperasi menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Selain meningkatkan kapasitas industri, smelter juga membuka peluang kerja dan mendorong tumbuhnya inovasi di sektor industri turunannya. DPRD terus mendorong sinergi antara perusahaan dan masyarakat agar dampak ekonominya terus meluas,” tukas Politisi Partai NasDem itu. (Admin02.RadioArki)
