Sumbawa Barat. Radio Arki – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (DPRD KSB) menyoroti kondisi drainase yang dinilai buruk di ruas Jalan Raya Taliwang, tepatnya di wilayah Kelurahan Telaga Bertong. Setiap musim penghujan, genangan air kerap memenuhi badan jalan, mengganggu arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengendara.
Wakil Ketua I DPRD KSB, Badaruddin Duri, mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah lama dikeluhkan masyarakat. Menurutnya, sistem drainase yang tidak berfungsi optimal menjadi penyebab utama terjadinya genangan setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.
“Setiap musim penghujan, jalan raya di Telaga Bertong selalu tergenang. Ini terjadi akibat drainase yang buruk dan tidak mampu menampung debit air hujan,” ungkapnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Karena itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, baik melalui normalisasi saluran air maupun pembangunan sistem drainase yang lebih representatif.
Ruas Jalan Raya Telaga Bertong sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan pusat ibu kota kabupaten dengan kawasan Industri dan sejumlah titik strategis lainnya.
Aktivitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, hingga mobilitas pekerja tambang melintasi jalur tersebut setiap hari. Kondisi genangan air tidak hanya memperlambat arus kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Selain itu, genangan yang terjadi secara berulang dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan badan jalan. Air yang mengendap dalam waktu lama berpotensi merusak struktur aspal, menimbulkan lubang, serta memperpendek usia pakai jalan.
Politisi NasDem itu menambahkan bahwa aspirasi warga Kelurahan Telaga Bertong sudah beberapa kali disampaikan kepada DPRD KSB. Masyarakat berharap adanya solusi konkret agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun.
“Kami di DPRD KSB akan terus mendorong agar pemerintah provinsi memberi perhatian serius. Jalan ini adalah akses utama masyarakat, sehingga sudah seharusnya mendapat penanganan prioritas,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam menangani persoalan infrastruktur, terutama yang menyangkut keselamatan dan kepentingan publik. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi kunci agar perbaikan dapat segera direalisasikan. (Admin02.RadioArki)
