ARKIFM

Fahri Hamzah Dorong Maluk Jadi Model Kawasan Tambang Berkelanjutan

Sumbawa Barat. Radio Arki – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong kawasan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, dikembangkan menjadi model kawasan tambang berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan industri, lingkungan, dan sektor ekonomi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Fahri saat memimpin rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di ruang rapat PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Ahad, 8 Februari 2026.

Pertemuan itu membahas penataan kawasan permukiman Maluk yang berkembang pesat seiring aktivitas industri pertambangan. Rapat koordinasi dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta jajaran manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Pemerintah daerah menilai kawasan Maluk akan mengalami peningkatan kepadatan penduduk dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi tersebut menuntut adanya penataan kawasan permukiman yang terencana, termasuk penyediaan infrastruktur dasar serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Mantan pimpinan DPR RI itu menegaskan bahwa kawasan tambang merupakan objek vital nasional yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Karena itu, pengembangan wilayah lingkar tambang harus diarahkan menjadi kawasan yang tidak hanya bergantung pada industri pertambangan.

“Kawasan tambang seperti Maluk harus menjadi contoh pengembangan kawasan yang sustainable. Kita perlu memulai diskusi lintas sektor agar kawasan ini tidak hanya bertumpu pada industri tambang, tetapi juga didukung sektor lain seperti pariwisata yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fahri, perencanaan kawasan yang matang sangat penting agar perkembangan wilayah tambang tidak menimbulkan persoalan baru di masa depan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan lahan secara komprehensif oleh pemerintah daerah, guna memastikan kejelasan status lahan yang akan digunakan dalam penataan kawasan.

Ia juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan skenario pengembangan kawasan secara bertahap agar penataan wilayah dapat berjalan lebih terarah dan terencana.

Menurutnya, dengan perencanaan yang jelas serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Maluk berpotensi berkembang menjadi kawasan tambang modern yang tidak hanya menopang industri, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi di kawasan Maluk. Di antaranya potensi banjir, kebutuhan penataan permukiman, hingga peluang pengembangan sektor agroindustri yang dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat, Marwoto, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pengembangan tahap awal kawasan Maluk.

Program tersebut mencakup penataan jalan lingkungan, penyediaan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), pembangunan ruang terbuka, serta penyediaan infrastruktur utilitas dasar guna menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata.

“Saat ini luas kawasan kumuh di Maluk tercatat sekitar 15 hektare. Kami juga merencanakan pengembangan ruang terbuka sekitar 10 hektare sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan,” jelasnya.

Di sisi lain, Manager Development Community PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Dimas Purnama, mengatakan perusahaan juga mendorong pengembangan sektor ekonomi alternatif, termasuk sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan Maluk serta membuka ruang diskusi terkait pengembangan kawasan di masa depan.

“Kami ingin kawasan lingkar tambang ini berkembang secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Dimas. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Beredar Vidio Tindakan Refresif Brimob Dalam Penanganan Massa Aksi di PT AMNT

ArkiFM Friendly Radio

Peringati HPN, Bupati Amar: Kami Tidak Ingin Pers Sebagai Alat Pemerintah

ArkiFM Friendly Radio

Polisi Bekuk Dua Pria Pembawa Sabu Hampir 3 Ons di Taliwang

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page