ARKIFMNEWS

Grand Opening SPPG Banjar II, Siap Sukseskan Program Gizi Nasional

Foto: Ketua Satgas MBG KSB melalui Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Drs. Ibrahim, saat meresmikan SPPG Banjar II

Sumbawa Barat. Radio Arki – Yayasan Moyo Cendikia Madani resmi menggelar grand opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjar II, Kamis, 26 Februari 2026.

Kehadiran SPPG ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN), dalam rangka meningkatkan kualitas gizi generasi bangsa.

Momentum ini sekaligus menandai dimulainya operasional pusat produksi paket gizi gratis yang akan menyasar peserta didik, ibu hamil, balita, dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Pada tahap awal operasionalnya, SPPG Banjar II menjangkau empat sekolah serta satu kelompok penerima manfaat kategori B3 (balita, ibu menyusui, dan ibu hamil). Skema ini dirancang agar intervensi gizi tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus sejak dini.

Langkah ini dinilai strategis karena pendekatan pemenuhan gizi dilakukan secara komprehensif, mulai dari anak usia dini hingga ibu dalam masa kehamilan dan menyusui, sebagai fondasi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Mewakili Ketua Yayasan Moyo Cendikia Madani sekaligus mitra SPPG II Banjar, Karya Bangun, S.Pd.I., MM.Inov, menegaskan komitmen pihaknya untuk menyukseskan program prioritas nasional tersebut.

Foto: Mewakili Ketua Yayasan Moyo Cendikia Madani, sekaligus mitra SPPG Banjar II, Karya Bangun, S.Pd.I., MM.Inov, saat memberikan sambutannya.

“Mohon doa dan dukungan semua pihak, semoga apa yang menjadi program Bapak Presiden Prabowo dalam memenuhi gizi generasi bisa sesuai yang dihajatkan. Dukungan dari bapak dan ibu semua tentu sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, SPPG Banjar II tidak sekadar menjadi dapur produksi, tetapi pusat produktivitas paket gizi gratis yang dikelola secara profesional dan terstandar.

Sekretaris Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Rizaldi, S.Kom, menyebut kehadiran SPPG sebagai langkah strategis kolaboratif antara yayasan dan BGN.

“Mudah-mudahan ini langkah yang baik antara Yayasan Moyo Cendikia Madani dengan Badan Gizi Nasional. Terima kasih kepada OPD terkait atas dukungannya. Kami berharap dengan kerja sama ini mampu mewujudkan cita-cita Generasi Emas 2045,” katanya.

Ia menjelaskan, tujuan utama program ini adalah meningkatkan nilai gizi peserta didik secara terukur. Selain itu, dampaknya juga merambah sektor ekonomi lokal, seperti tenaga kerja, peternakan, pertanian, hingga sektor umum lainnya.

SPPG diharapkan menyerap bahan pangan lokal sebagai prioritas utama. Namun, apabila spesifikasi volume dan kualitas belum terpenuhi, maka pengadaan dapat dilakukan dari luar daerah dengan tetap memperhatikan standar yang ditetapkan.

Dalam penyalurannya, khusus bulan Ramadan, paket yang diberikan berbentuk paket kering. Ia juga membuka ruang komunikasi aktif dengan pihak sekolah.

“Bapak ibu guru, jika nanti ada bahan baku yang kurang pas, silakan komunikasikan dengan asisten lapangan agar bisa ditindaklanjuti, bahkan diganti dengan yang baru,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumbawa Barat melalui Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Drs. Ibrahim, menegaskan bahwa SPPG merupakan unit organisasi nonstruktural di bawah koordinasi BGN.

SPPG berfungsi sebagai penyedia, pengolah, sekaligus pendistribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat. Ia menekankan bahwa program MBG adalah program unggulan pemerintah pusat yang pertama kali diterapkan secara masif di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Sebagai warga negara yang baik, kita wajib mendukung dan mengikuti program pemerintah, karena ini untuk kepentingan pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama program ini adalah mencegah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Dalam pelaksanaannya, pemberdayaan ekonomi lokal menjadi prioritas, terutama sektor pertanian seperti sayuran dan buah-buahan yang dapat disuplai langsung ke SPPG.

Ibrahim juga mengingatkan pentingnya menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan. Ia tidak ingin terjadi insiden seperti keracunan makanan yang dapat merusak nama baik program maupun daerah.

Ia menyarankan sistem kerja berbasis shift guna menghindari kelelahan tenaga kerja dan menjaga kualitas produksi. Proses memasak tidak boleh terlalu cepat, dan distribusi tidak boleh terlalu lama agar makanan tetap layak konsumsi.

“Selain itu, diperlukan kesepakatan waktu distribusi dengan kepala sekolah agar makanan diterima dalam kondisi baik dan tepat waktu, tambahnya.

Dengan beroperasinya SPPG Banjar II Yayasan Moyo Cendikia Madani yang kini menjangkau empat sekolah serta kelompok B3, diharapkan ekosistem pemenuhan gizi semakin terstruktur, profesional, dan berdampak luas baik bagi kesehatan generasi muda maupun bagi penguatan ekonomi masyarakat lokal.

Sebagai informasi, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional pemerintah Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan makanan sehat dan bergizi secara gratis kepada masyarakat.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi, menurunkan angka stunting, serta mencerdaskan sumber daya manusia sejak dini. Melalui intervensi langsung pada asupan makanan, pemerintah berharap tercipta generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. (Admin02.RadioArki)

Related posts

Pemda KSB Mengucapkan Selamat Hari Buruh 2022

Bom Waktu di TPA, Mengetuk Hati Pelaku Usaha dalam Pengelolaan Sampah

ArkiFM Friendly Radio

PEREKAMAN E-KTP DI SUMBAWA BARAT MENCAPAI 95,82 PERSEN

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page