Sumbawa Barat. Radio Arki — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’ Sumbawa Barat menargetkan pendapatan sebesar Rp38 miliar pada tahun 2025. Angka ini naik dari target Rp34 miliar di tahun 2024 dan dinilai realistis seiring tren peningkatan kualitas layanan, serta optimalisasi sumber-sumber pendapatan rumah sakit.
Plt Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhairi, menegaskan bahwa peluang peningkatan pendapatan bisa lebih signifikan jika kerja sama strategis dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dapat segera direalisasikan. Kerja sama tersebut terutama terkait penyelenggaraan Medical Check Up (MCU) bagi ribuan karyawan perusahaan yang beroperasi di Sumbawa Barat itu.
“Jika kerja sama dengan PT AMMAN dalam hal pemeriksaan MCU karyawan dapat terealisasi, potensi pendapatan rumah sakit bisa meningkat hingga 20 persen,” ujar Andy kepada arkifm.com, Senin, 25 Agustus 2025.
Ia menambahkan, kerja sama ini bukan hanya memberi dampak positif pada pendapatan, melainkan juga memperkuat posisi RSUD Asy-Syifa’ sebagai penyedia layanan kesehatan terpercaya di Sumbawa Barat.
Dengan standar pelayanan yang dibutuhkan PT AMMAN, lanjut dia, rumah sakit akan terdorong untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas fasilitas, serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan industri besar.
“Saat ini, RSUD Asy-Syifa’ terus melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga digitalisasi layanan,” imbuhnya.
Upaya ini membuat rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut menunjukkan performa stabil dalam dua tahun terakhir, sekaligus mendapatkan penilaian positif dari masyarakat terkait kualitas pelayanannya. Dengan tambahan kontribusi dari kerja sama MCU, bukan tidak mungkin capaian 2025 bisa melampaui Rp45 miliar.
“RSUD Asy-Syifa’ telah berpengalaman dan memiliki kapasitas dalam menangani layanan MCU skala besar. Dengan jumlah karyawan PT AMMAN yang signifikan, kami optimis akan terjadi lonjakan layanan yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah sakit,” kata Andy.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat turut menyambut baik peluang kerja sama ini. Sinergi antara sektor publik dan swasta dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, pihak manajemen RSUD Asy-Syifa’ tengah menjalin komunikasi intensif dengan manajemen PT AMMAN untuk membahas teknis pelaksanaan. Hal itu mencakup kesiapan tenaga medis, fasilitas laboratorium, serta sistem pelaporan hasil MCU yang efisien dan akurat.
“Kami siap mendukung kebutuhan perusahaan dengan tetap mengedepankan kualitas pelayanan dan standar kesehatan sesuai regulasi,” tegas Andy Suhairi. (Admin02.RadioArki)
