Sumbawa Barat. Radio Arki – Di tengah upaya percepatan transformasi digital layanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy Syifa Kabupaten Sumbawa Barat masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemanfaatan layanan pendaftaran online. Berdasarkan data internal rumah sakit, sejauh ini pengguna layanan online baru mencapai sekitar 40 persen dari total rata-rata pengunjung harian.
Direktur RSUD Asy Syifa, dr. Carlof, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit telah menyediakan layanan pendaftaran daring melalui perangkat Android dan iOS untuk memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat. Namun, antusiasme warga dalam memanfaatkan sistem digital tersebut masih tergolong rendah.
“Pendaftaran ini bisa dilakukan dengan mengakses tautan https://apprsud.rs-asy-syifasumbawabarat.com. Setelah itu, masyarakat akan diarahkan ke menu pendaftaran dan dapat mengikuti langkah-langkah yang tersedia di laman tersebut,” jelas dr. Carlof.
Layanan ini dirancang agar pasien dapat mendaftar sehari sebelum jadwal kunjungan atau kontrol ke RSUD Asy Syifa. Tujuannya adalah untuk mengurangi kepadatan antrean di lokasi serta memberikan kenyamanan bagi pasien dalam memilih waktu kunjungan di poliklinik sesuai kebutuhan, tanpa harus datang langsung hanya untuk mendaftar.
“Dengan sistem online ini, pasien akan memperoleh nomor antrean dan bisa memantau pergerakan antrean secara real time dari rumah atau tempat kerja,” tambahnya.

Menurut dr. Carlof, sistem pendaftaran online merupakan bagian dari komitmen RSUD Asy Syifa dalam mewujudkan pelayanan yang modern, cepat, dan berbasis teknologi informasi. Selain memudahkan akses masyarakat, sistem ini juga mendukung pengurangan kerumunan di area pendaftaran, yang penting dalam menjaga kesehatan publik dan mencegah potensi penularan penyakit di ruang terbuka.
“Pasien tak perlu lagi berlama-lama menunggu di rumah sakit. Cukup dari rumah atau kantor, mereka bisa memantau antrean melalui ponsel Android maupun iPhone,” terangnya.
Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, RSUD Asy Syifa berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi secara masif. Sosialisasi ini dilakukan melalui media sosial, papan informasi rumah sakit, hingga kerja sama lintas instansi pemerintahan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang menyadari manfaat layanan digital ini dan beralih dari sistem pendaftaran manual ke sistem online.
“Semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan ini, maka pelayanan kesehatan di RSUD Asy Syifa bisa berjalan lebih cepat, tertib, dan akurat sesuai harapan masyarakat Sumbawa Barat,” pungkasnya. (Admin02.RadioArki)
