Keterangan poto : arkifm.com saat mewawancarai Manajer Resor Kirana, Yustiadi Windra Kuswito di Resor Kirana, Sekongkang, Rabu 2 Juli 2025. (sumber. radio arki)
Sumbawa Barat. Radio Arki — Resor Kirana yang dikenal dengan keindahan alam dan nuansa eksotisnya, ternyata juga memiliki inovasi yang patut dicontohi oleh pelaku usaha hotel lainnya. Tak hanya menawarkan kenyamanan bagi para pengunjung, resor yang terletak di kawasan Sekongkang Bawah itu juga mempraktikkan sistem pengolahan sampah terpadu yang ramah lingkungan, mengubah limbah menjadi energi alternatif dan sarana edukasi.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, Resor Kirana tampil sebagai pelopor inovasi hijau di sektor pariwisata Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui program pengolahan sampah mandiri yang dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, resor ini berhasil mengubah limbah menjadi bensin alternatif dan maggot, sekaligus membuka ruang edukasi bagi generasi muda.

Manajer Resor Kirana, Yustiadi Windra Kuswito, mengungkapkan bahwa inisiatif ini berasal dari pemilik resor yang memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan.
“Dari awal, owner kami mendorong agar resor ini menjadi bagian dari solusi lingkungan. Maka lahirlah program daur ulang ini yang kini berkembang melibatkan banyak pihak,” katanya.
Tak sekadar mengelola sampah hotel, Resor Kirana juga menangani sampah dari lingkungan sekitar. Limbah anorganik diolah menjadi bahan bakar, sedangkan sampah organik diproses menjadi maggot atau larva bernilai ekonomis yang kini banyak digunakan sebagai pakan ternak.
Langkah ini mendapat respons positif dari Sekolah Buin Batu, sebuah lembaga pendidikan di kawasan Townsite Tambang Batu Hijau. Sekolah tersebut kini menjadi mitra edukasi dalam program ini. Para siswa secara rutin mengunjungi lokasi pengolahan untuk melihat langsung proses daur ulang dan mempelajari penerapan teknologi lingkungan secara nyata.

“Siswa sangat antusias. Mereka tidak hanya melihat, tapi belajar langsung bagaimana sampah bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya
Untuk memperkuat pelaksanaan teknis di lapangan, Resor Kirana menjalin kemitraan strategis dengan Kuli farm, NGO lingkungan lokal yang aktif mengembangkan sistem pengelolaan limbah berbasis komunitas. Direktur Kulifarm, Alimuddin menegaskan bahwa meskipun kemitraan ini baru berjalan beberapa bulan, hasilnya sudah sangat menggembirakan.
“Seluruh sistem pengolahan kini berada di bawah pengawasan kami. Tujuannya agar proses berjalan sesuai standar lingkungan dan bisa menjadi model replikasi di tempat lain,” ungkapnya.
Kolaborasi antara sektor swasta, NGO, dan lembaga pendidikan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah bisa bertransformasi menjadi ilmu, solusi energi, dan inspirasi bersama. Resor Kirana telah membuktikan bahwa sektor pariwisata tidak hanya bisa berkembang secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga bumi tetap lestari. (Admin01. Radio Arki)
