ARTIKELNEWS

22 Tahun Sumbawa Barat : Langkah Kaum Muda Mencari Arah

Tepat 22 Tahun silam Kabupaten Sumbawa Barat atau “Bumi Pariri Lema Bariri” terbentuk hasil dari pemekaran Kabupaten Sumbawa. Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat tentu tak lepas dari sejarah panjang perjuangan para tokoh pendiri yang memperjuangkan berdirinya Kabupaten Sumbawa Barat. Hari ini Bumi Pariri Lema Bariri menginjak usia 22 Tahun, usia dimana api semangat pembangunan sedang berkobar.

Ibarat usia manusia, usia 22 tahun bagi manusia adalah usia dimana manusia sedang mencari jati dirinya, atau biasa di sebut “darah muda”. Manusia diusia 22 tahun adalah masa sedang mencari arah kemana ia akan melangkah untuk mencapai tujuannya. Sama halnya dengan Sumbawa Barat di usianya yang ke 22 tahun ini sedang gencar gencarnya mengenjot arah pembangunan untuk kemajuan daerah yang di cita-citakan.

Tak terlepas dari “cocoklogi’ di atas, momentum peringatan hari lahir Sumbawa Barat ke-22 tahun ini yang ibaratkan seorang pemuda di usia 22 tahun sepertinya sangat cocok untuk mengulas arah para pemuda Sumbawa Barat yang sedang mencari arah.


Dalam menyongsong tumbuhnya pembangunan daerah tentu diperlukan peran pemuda dalam mewujudkannya. Dilahat dari bonus demografi yang di dapatkan oleh Indonesia dimana angka usia produktif mendominasi pada era ini dan akan terus dominan hingga 2045. Hal ini sangat di sayangkan apabilah kekuatan pemuda tidak di manfaatkan untuk menunjang kemajuan daerah maka generasi emas Sumbawa Barat tidak akan tercapai. Para pemuda yang merefresentasikan semangat, ide yang segar, dan krratifitas harusnya mampu mengambil peran penting dalam kemajuan daearah. Namun, saat ini pemuda Sumbawa Barat seperti kehilangan arah dalam menentukan langkah dan tujuannya. Dilihat dari angka usia produktif yang dominan, tetapi tidak sejalan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan wadah untuk mengambangkan diri.

Para pemuda Sumbawa Barat hari ini di katakan kehilangan arah. Mengapa demikian??

Saat ini angka usia produktif masyarakat Sumbawa Barat sangat dominan artinya banyak tenaga-tenaga produktif usia muda yang mampu mendukung kemajuan pertumbuhan daerah. Terutama dilihat dari banyaknya lulusan sarjana dari berbagia jurusan dari berbagai kampus ternama. Dengan banyaknya lulusan sarjana dari berbagai bidang tentunya Sumbawa Barat memiliki SDM yang cukup mampuh untuk memngelolah berbagai sektor yang ada untuk di kembangkan menjadi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun hal itu tidak sejalan dengan wadah yang diberikan oleh pemerintah untuk memaksimalkan peran kaum mudah untuk mengelolah berbagai sektor yang bisa dijadikan pertumbuhan daerah. Ada banyak sekali sektor-sektor yang bisa di kembangkan dan anak muda diberikan peran di sana untuk mengelolanya. Seperti sektor pertanian, perikanan, industri kreatif, pariwisata dan masi banyak lagi. Namun dapat kita lihat di lapangan sangat jarang bahkan sedikit sekali kaum muda Sumbawa Barat yang mau mengeluti sektor sektor tersebut, para pemuda lebih memilih untuk menjadi pekerja tambang atau tidak masuk ke menjadi pegawai pemerintah daerah. Itu tidak dapat di salahkan karena di sektor tambang yang juga harus kita syukuri karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar sehingga berpengaruh penting dalam menekan angka pengangguran, itu lebih terjamin secara ekonomi, sehingga banyak pemudah sumbawa barat yang memilih untuk menjadi pekerja tambang, walaupun tak linier dengan keahlian mereka yang mereka pelajari di dunia kampus, yang akhirnya mereka tak mampu bersaing dengan pemuda dari luar daerah yang memang sudah berpengalaman di bidang tambang dan memang sesuai dengan bidangnya.


Dan akhirnya pemuda terutama kaum muda lulusan sarjana lebih memilih bekerja sebagai pekerja tambang padahal tak sesuai dengan bidang yang di kuasainya akhirnya mereka hanya mampu mengisi posisi-posisi sebagai mantenaince, clining servis, dan pekerja konstruksi karena tak mampu bersaing dengan pekerja lain yang memang sesuai dengan bidangnya.

Disini dapat kita lihat peran pemerintah masih kurang serius sebagai penyedia wadah bagi pemuda yang masi memiliki ide yang segar, semangat yang kuat untuk menyalurkan kemampuannya untuk mengelolah berbagai sektor selain tambang untuk di kelolah oleh kaum muda yang sejalan dengan kemampuan atau disiplin ilmunya.
Padahal apa bila pemuda di berikan kesempatan untuk mengelolah sektor-sektor yang ada selain tambang yang sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki tentu akan mampu menciptakan generasi yang produktif dan mampu menggidupkan sumber ekonomi yang baru selain tambang.

Hari ini pemda Sumbawa Barat sedang gencar-gencarnya mensukseskan program unggulannya yaitu Kartu KSB Maju, yang patut juga kita apresiasikan untuk pemberdayaan masyarakat. Namun dapat di sayangkan juga, dari tujuh program yang ada tidak ada satupun program yang memberikan kesempatan bagi pemuda untuk diberdayakan. Maka tidak salah dikatakan bahwa pemuda sumbawa barat hari ini kebingungan mencari arahnya. Setelah lulus dari pendidikannya tak ada pilihan lain selain masuk tambang walaupun tak sesuai dengan disiplin ilmu dan kemampuannya atau menjadi honorer di pemerintahan daerah. Pemuda hanya di hadapkan dengan dua pilihan itu saja. Sangat sayang sekali pemuda yang merepresentasikan ide baru, semangat yang kuat, kreativitas tapi tak di wadahi untuk berkembang.

Maka dari itu dapat saya usulkan sebagai solusi untuk para generasi mida KSB yang sedang bingung mencari arahnya, sebagai berikut :

  1. Pemerintah Daerah Sumbawa Barat meciptakan satu program untuk menampung para pemudah dan memberikan ruang kesempatan bagi kaum muda yang memiliki kemampuan untuk mengelolah sektor-sektor yang ada sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, contoh, pemuda lulusan sarjana pertanian diberikan ruang untuk mengembangkan diri di bidang pertanian dan mengelolah sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah, dan begitu juga sektor-sektor yang lain.
  2. Apa bila pemerintah serius dan melihat sektor tambang sebagai sektor yang penting sebagai pertumbuhan ekonomi daerah dan sebagai penyerap tenaga kerja yang besar, maka pemerintah daerah harusnya mampu menciptakan satu program pelatihan kerja yaang sesuai standar agar mampu menciptakan pemuda dengan SDM yang mampu bersaing di bidang pertambangan. Mengingat juga di KSB belum ada sekolah vokasi pertambangan.

Ada banyak sektor yang dapat di kembangkan di Sumbawa Barat untuk menambah PAD selain dari sektor tambang. Dan untuk mengembangkannya di butuhkan kaum muda sebagai pelopor langkah baru dalam menyokong kemajuan daerah. Apa bila pemerintah serius dalam memberdayakan pemuda, saya yakin Sumbawa Barat dengan jumlah penduduk usia muda yang memiliki SDM yang maju dapat menciptakan sesuatu yang baeu bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pemuda harus di berdayakan agar tak kehilangan arah, atau sulit menentukan arahnya.
Sejalan dengan moto Sumbawa Barat “Pariri Lema Bariri” yang memiliki makna saling memberdayakan agar bersama sama mencapai tujuan, pemuda sumbawa barat juga butuh untuk di berdayakan, karena generasi muda adalah harapan bagi daerah maupun bangsa.

Dirgahayu Sumbawa Barat, Dirgahayu Bumi Pariri Lema Bariri.

Related posts

KSB Maju: Bantuan Berkartu, Ketergantungan Terstruktur

ArkiFM Friendly Radio

AMMAN Luncurkan Program Percepatan Penanganan Stunting

ArkiFM Friendly Radio

Bergelar Doktor Cumlaude, Aheruddin Tekadkan Ilmu Pengetahuan untuk Sumbawa Barat

ArkiFM Friendly Radio

Leave a Comment

You cannot copy content of this page