Sumbawa Barat. Radio arki — Pemerintah Desa Batu Putih terus menunjukkan keseriusannya dalam memerangi stunting. Sepanjang Agustus 2025, sebanyak 36 balita yang teridentifikasi mengalami stunting menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini dipusatkan di aula kantor desa Batu Putih.
Program yang berlangsung sebulan penuh ini diinisiasi langsung oleh pemerintah desa dengan menggandeng Puskesmas Taliwang 2, Posyandu, PKK, kader pemberdayaan masyarakat, serta unsur kesehatan lainnya. Para balita penerima manfaat mendapatkan makanan bergizi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian mereka.
Kepala Desa Batu Putih menegaskan, pelaksanaan PMT merupakan kewajiban desa apabila ditemukan kasus stunting. Menurutnya, keberadaan program ini menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
“Dengan adanya program PMT, kami ingin semua pihak bersinergi. Penanganan stunting butuh keseriusan bersama, sehingga target zero stunting di Batu Putih bisa tercapai,” ujarnya, Selasa (19/8).
Ia menambahkan, pembiayaan program ini berasal dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 yang memang dialokasikan untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk penanganan stunting. Hal tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar desa menjadi garda terdepan dalam mengatasi masalah gizi buruk dan tumbuh kembang anak.

Tak hanya sebatas pemberian makanan tambahan, program ini juga dilengkapi dengan edukasi kepada orang tua balita. Para kader posyandu dan PKK memberikan pendampingan mengenai pola asuh, pola makan sehat, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan begitu, pola pemberian makanan bergizi bisa terus berlanjut di rumah masing-masing.
Masyarakat Batu Putih terlihat sangat menyambut positif program ini. Para orang tua balita mengaku terbantu dengan perhatian pemerintah desa dan berharap kegiatan serupa bisa berkelanjutan, demi masa depan anak-anak yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. (Adv/iwenk. Radio Arki)
